PUPUK Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Gerakan Edukasi dan Motivasi Sehat (GEMA SEHAT) bertajuk “Cegah Diabetes Sejak Dini, Wujudkan Generasi Muda yang Sehat” bagi 150 siswa-siswi SMA sederajat di Bontang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut membekali pelajar dengan pengetahuan mengenai diabetes melitus, faktor risikonya, serta pentingnya membangun pola hidup sehat sejak usia muda.
Melalui GEMA SEHAT, Pupuk Kaltim tidak hanya menghadirkan seminar edukasi kesehatan. Para peserta juga memperoleh fasilitas pemeriksaan gula darah secara gratis untuk mendorong kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Menurut Rezha, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Melalui GEMA SEHAT, kami ingin memberi pemahaman bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini. Diabetes bukan hanya persoalan yang terjadi saat dewasa, tapi faktor risikonya dapat terbentuk dari kebiasaan serta pola hidup di usia muda,” ujar Rezha, Kamis (20/8/2026).
Pemilihan pelajar sebagai sasaran kegiatan dilakukan agar kesadaran menjaga kesehatan terbentuk sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius.
Rezha menilai kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta semakin banyaknya aktivitas sedentari perlu mendapat perhatian bersama.
Pupuk Kaltim mendorong para siswa tidak berhenti pada pemahaman materi seminar. Pengetahuan tersebut diharapkan diterapkan melalui perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah yang ditekankan antara lain membatasi konsumsi gula, memperhatikan pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, berolahraga secara rutin, serta menjaga waktu istirahat.
“Harapan kami, para siswa dapat membawa pengetahuan ke lingkungan masing-masing, kemudian mengajak teman, keluarga hingga masyarakat untuk bersama membangun kebiasaan hidup sehat,” lanjut Rezha.
Menurut Rezha, GEMA SEHAT juga menjadi bagian dari dukungan Pupuk Kaltim terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Pendidikan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dari pembangunan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Dia melanjutkan generasi muda adalah aset masa depan Kota Bontang. Untuk itu, kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif. Salah satu caranya, memastikan mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan sejak dini,” terang Rezha.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, mengapresiasi kolaborasi Pupuk Kaltim dengan pemerintah dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
Menurut Toetoek, GEMA SEHAT relevan dengan perkembangan penyakit saat ini, termasuk diabetes melitus yang dikenal masyarakat sebagai kencing manis.
Sasaran kegiatan yang menyasar pelajar juga dinilai tepat. Sebab, diabetes yang sebelumnya lebih identik dengan orang dewasa atau lanjut usia kini juga ditemukan pada kelompok usia muda, bahkan anak-anak.
Toetoek menyebut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut, antara lain gangguan sistem imun, pola hidup tidak sehat, konsumsi gula berlebih, hingga kurangnya aktivitas fisik.
“Diabetes melitus kerap disebut sebagai ibu dari segala penyakit, karena dapat memicu munculnya gangguan kesehatan lain. Makanya ini harus diwaspadai bersama, termasuk bagi generasi muda sejak dini,” ungkap Toetoek.
Toetoek juga menceritakan pengalamannya selama bertugas di RSUD Taman Husada Bontang. Menurut dia, layanan hemodialisis yang dibuka sejak 2012 terus mengalami peningkatan kebutuhan.
Pada 2014, tercatat sekitar 60 pasien reguler. Kini, pelayanan tersebut terus berkembang dengan dua shift dalam 24 jam.
Menurut Toetoek, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit kronis tidak selalu muncul secara tiba-tiba, tetapi dapat berkaitan dengan kebiasaan yang terbentuk sejak usia muda.
Karena itu, ia mengajak para pelajar mulai membangun pola hidup sehat dan menjadikan pengetahuan dari GEMA SEHAT sebagai bekal untuk menjaga kesehatan diri.
“Kalau berbicara diabetes melitus, maka gaya hidup yang salah seperti konsumsi gula berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang harus kita cegah,” kata Toetoek.
Toetoek menegaskan penanganan persoalan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan perusahaan, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor kesehatan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai diabetes melitus dan faktor risikonya.
“Yang menentukan masa depan adalah kita bersama. Lewat kolaborasi yang intens, insyaallah kita bisa mewujudkan generasi yang lebih sehat di Kota Bontang,” kata Toetoek. (*)















