SAMARINDA – Kalimantan Timur tengah bersiap menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Nasional ke-30, yang akan berlangsung dari 6 hingga 16 September 2024.
Acara ini diprediksi akan menjadi salah satu event paling meriah dan inovatif dalam sejarah MTQ, membawa semangat keagamaan yang tinggi dan nuansa budaya yang kental.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, dalam jumpa pers yang diadakan di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (31/8/2024), mengungkapkan bahwa MTQ Nasional tahun ini akan menampilkan berbagai elemen baru yang belum pernah ada sebelumnya.
“Selain kompetisi tilawatil Quran yang menjadi inti acara, kita juga akan mengadakan pameran seni budaya dan kaligrafi internasional dengan partisipasi dari berbagai negara sahabat,” jelas Sri Wahyuni, menandakan skala internasional dari acara ini.
Salah satu sorotan utama MTQ Nasional ke-30 ini adalah upaya pemecahan Rekor MURI melalui pertunjukan kaligrafi internasional dan drone show spektakuler yang akan memeriahkan malam penutupan.
Pertunjukan tersebut rencananya akan dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan melibatkan 500 drone yang terbang di ketinggian 300 meter. Drone ini akan membentuk pola tulisan “Allah” dan “Muhammad”, menciptakan visual terbesar di Indonesia dengan teknologi mutakhir.
“Kami ingin menjadikan MTQ Nasional Kaltim sebagai pionir dalam inovasi dan kreativitas, sehingga dapat dikenang sebagai acara yang menggabungkan tradisi dan teknologi secara harmonis,” tambahnya.
MTQ Nasional kali ini juga mengadopsi konsep digital yang canggih, termasuk penggunaan hologram untuk menggambarkan proses masuknya Raja Kutai ke dalam Islam di Bumi Etam.
“Hologram ini akan memberikan pengalaman yang mendalam dan interaktif, memperkenalkan sejarah Islam di Kalimantan dengan cara yang modern dan menarik,” ungkap Sri Wahyuni.
Tidak hanya itu, Sri Wahyuni juga memberikan tips kepada masyarakat yang ingin mendapatkan spot foto terbaik saat 500 drone menghiasi langit Samarinda. Ia merekomendasikan jembatan sebagai lokasi ideal untuk menangkap momen spektakuler tersebut. Selain itu, para fotografer diundang untuk mengikuti kompetisi foto yang akan diadakan sepanjang acara, dengan hadiah menarik bagi potret terbaik.
“MTQ Nasional ke-30 ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana kita merayakan seni, budaya, dan teknologi dalam satu rangkaian acara besar. Kami mengajak seluruh masyarakat dan media untuk ikut berpartisipasi dalam lomba potret yang penuh warna ini,” tutup Sri Wahyuni.
Dengan berbagai inovasi dan atraksi yang ditawarkan, MTQ Nasional ke-30 di Kalimantan Timur siap menjadi acara yang tak terlupakan, mencetak sejarah baru dalam perayaan keagamaan dan kebudayaan di Indonesia. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow


















Comments 1