MANCHESTER United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih permanen tim utama putra. Pengumuman itu disampaikan klub pada Jumat (22/5/2026) sore WIB.
Dalam pernyataan resminya, MU memastikan pria 44 tahun itu mendapat kontrak hingga tahun 2028. Keputusan ini sebenarnya bukan lagi kejutan.
Tekanan publik agar Carrick dipermanenkan sudah menguat dalam beberapa pekan terakhir. Alasannya sederhana: hasil di lapangan berubah drastis sejak ia datang kembali ke Old Trafford.
Carrick direkrut MU pada awal tahun ini sebagai pelatih interim setelah Ruben Amorim dipecat. Saat itu, situasi klub sedang goyah.
Performa tim tidak stabil. Ruang ganti disebut kehilangan arah. Peluang tampil di Liga Champions bahkan sempat diragukan.
Namun semuanya berubah cepat. Dalam 16 pertandingan bersama Carrick, Manchester United mencatat 11 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. MU juga kembali terlihat seperti tim besar.
Bruno Fernandes dan kawan-kawan sukses menumbangkan Arsenal, Chelsea, Liverpool, hingga Manchester City. Rentetan kemenangan itu membawa Setan Merah finis di posisi ketiga klasemen Liga Inggris dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Di tengah tekanan besar Premier League, Carrick justru menghadirkan ketenangan. Ia dianggap berhasil mengembalikan identitas lama Manchester United — bermain agresif, cepat, dan penuh karakter.
Direktur Sepakbola MU, Jason Wilcox, mengakui keputusan mempertahankan Carrick bukan hanya karena hasil pertandingan.
Ada faktor yang lebih penting. Budaya kemenangan disebut mulai kembali terasa di Carrington dan ruang ganti tim utama.
“Michael benar-benar layak mendapatkan kesempatan untuk terus memimpin tim pria kami,” kata Jason Wilcox.
“Selama ia menjabat, kami melihat hasil positif di lapangan, tetapi lebih dari itu, pendekatan yang selaras dengan nilai-nilai, tradisi, dan sejarah klub.”
Wilcox juga menegaskan keberhasilan membawa MU kembali ke Liga Champions menjadi pencapaian yang tidak bisa diremehkan.
Menurutnya, Carrick berhasil membangun hubungan kuat dengan para pemain di tengah situasi sulit.
Kini, tantangan baru langsung menunggu.
Setelah status permanennya diumumkan, fokus Carrick tidak lagi sekadar menyelamatkan musim. Ia kini harus membangun skuad yang mampu bersaing merebut gelar.
Manchester United disebut mulai bergerak aktif menyusun daftar transfer musim panas. Manajemen ingin memperkuat kedalaman tim sebelum pramusim dimulai.
Carrick juga masuk nominasi Manajer Terbaik Musim Ini di Premier League. Pengakuan itu mempertegas perubahan besar yang terjadi di Old Trafford hanya dalam hitungan bulan.
Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Liga Champions kembali datang. Tekanan memburu gelar domestik semakin besar. Ekspektasi fans juga melonjak.
Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, Manchester United terlihat memiliki arah yang jelas. Dan semuanya kini berada di tangan Michael Carrick. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















