KEBUTUHAN guru di sekolah negeri Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi persoalan serius. Mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SPNF SKB masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang resmi membuka open recruitment guru pengganti tahun anggaran 2026.
Sebanyak 65 formasi disiapkan dalam seleksi kali ini.
Pendaftaran dibuka mulai 22 hingga 26 Mei 2026 melalui aplikasi Teman Naker App. Sementara hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 19 Juni 2026.
Seleksi dilakukan bertahap dan diklaim terbuka. Tahap pertama dimulai dari seleksi administrasi berdasarkan dokumen yang diunggah peserta. Pelamar yang lolos akan melanjutkan ke tes tertulis dengan sistem pemeringkatan nilai tertinggi.
Namun persaingan sesungguhnya ada di tahap micro-teaching.
Di tahap ini, peserta akan diuji langsung kemampuan mengajarnya di hadapan tim penilai. Mulai dari cara menyampaikan materi, mengelola kelas, membangun komunikasi dengan siswa hingga metode pembelajaran yang digunakan.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan seleksi dilakukan secara profesional dan transparan.
“Seleksi ini dilakukan secara profesional dan transparan. Kami ingin mendapatkan tenaga pendidik yang memang memiliki kemampuan mengajar yang baik,” ujar Abdu Safa Muha, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kualitas guru menjadi faktor utama dalam menentukan mutu pendidikan daerah. Karena itu, Disdikbud tidak hanya melihat nilai akademik peserta.
Pengalaman mengajar dan kepemilikan sertifikat pendidik juga menjadi pertimbangan penting dalam penentuan kelulusan akhir.
Abdu Safa menilai guru bukan sekadar profesi pengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, guru memiliki peran besar membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, pihaknya ingin memastikan tenaga pendidik yang lolos benar-benar siap bekerja di lingkungan sekolah.
“Guru bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi juga menjadi pembentuk karakter siswa. Maka kami ingin memastikan yang terpilih benar-benar siap bekerja dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan sekolah,” katanya.
Guru yang dinyatakan lolos nantinya akan ditempatkan di sejumlah sekolah negeri yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Formasi yang dibuka cukup beragam.
Mulai dari guru kelas TK dan SD, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, PJOK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Bimbingan Konseling, Informatika hingga Seni Budaya.
Disdikbud juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan panitia penerimaan guru pengganti. Sebab seluruh tahapan seleksi dipastikan gratis tanpa pungutan biaya.
Peringatan itu disampaikan untuk mencegah praktik percaloan yang kerap muncul saat proses rekrutmen tenaga kerja berlangsung. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















