• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Mei 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak hingga US$128 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah

Suriadi Said by Suriadi Said
9 Maret 2026 | 13:22
Reading Time: 2 mins read
0
Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak hingga US$128 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah Layanan BBM di Kaltim Kian Cepat, Enam SPBU di Balikpapan Kaltim Mulai Beroperasi Jam 5 Pagi

Ilustrasi SPBU.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, JAKARTA – Harga minyak dunia diperkirakan masih akan terus menanjak dalam waktu dekat. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga energi global.

Analis teknikal Reuters Wang Tao memproyeksikan harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil berpotensi melonjak hingga kisaran US$120,22 hingga US$128,26 per barel, atau setara sekira Rp2,1 juta per barel.

PILIHAN REDAKSI

Pertalite Langka di Muara Wahau Kutim, Harga Tembus Rp30 Ribu

Pertalite Langka di Muara Wahau Kutim, Harga Tembus Rp30 Ribu

19 April 2026 | 20:56
Harga BBM Non Subsidi di Kaltim Naik 18 April, Dexlite Tembus Rp24 Ribu BBM Naik, ASN Kaltim Diajak Beralih ke Energi Surya Batasi BBM Subsidi Mulai 1 April: Pertalite Maksimal 50 Liter, Solar Dibedakan per Jenis Kendaraan

Harga BBM Non Subsidi di Kaltim Naik 18 April, Dexlite Tembus Rp24 Ribu

18 April 2026 | 19:44

Prediksi tersebut muncul setelah harga Brent menembus zona resistensi penting pada kisaran US$105,43 hingga US$108,48 per barel dalam perdagangan awal pekan. Pergerakan tersebut juga membentuk pola runaway gap kedua yang mengindikasikan tren kenaikan kuat.

Menurut Wang Tao, kondisi teknikal saat ini menunjukkan pasar minyak sedang memasuki fase bull run yang cukup agresif.

Zona resistensi yang berhasil ditembus sebelumnya merupakan level proyeksi Fibonacci 38,2 persen dari gelombang kenaikan kuat sejak harga US$58,81 per barel. Level tersebut juga bertepatan dengan retracement 61,8 persen dari tren penurunan harga minyak yang dimulai dari posisi US$139,19 per barel.

Kombinasi indikator tersebut dinilai memperkuat sinyal bahwa harga minyak berpotensi melanjutkan penguatan dalam waktu dekat.

Jika momentum pasar terus berlanjut, harga Brent bahkan diperkirakan bisa naik lebih tinggi menuju kisaran US$134,40 hingga US$139,19 per barel.

Lonjakan harga minyak ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Para analis menilai situasi ini berpotensi memicu krisis energi yang lebih besar dibandingkan yang terjadi pada 2022.

Dalam proyeksi teknikal yang lebih agresif, harga minyak bahkan disebut dapat mencapai US$181,29 per barel, yang merupakan target proyeksi 100 persen dari gelombang kenaikan saat ini.

Namun demikian, kondisi pasar yang sangat volatil membuat analis kesulitan mengidentifikasi level support jangka pendek yang kuat.

Tidak hanya Brent, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikan.

Harga WTI diproyeksikan berpotensi mendekati kembali puncak harga tahun 2022 di sekitar US$130,50 per barel. Proyeksi ini muncul setelah harga berhasil menembus level resistensi penting di US$101,71 per barel, yang sebelumnya menjadi batas penguatan pasar.

Dalam analisis teknikal, pergerakan harga WTI saat ini dianggap berada dalam gelombang C, yakni fase penguatan kuat dalam siklus tiga gelombang jangka panjang sejak titik terendah sekitar US$17 per barel pada 2021.

Dari proyeksi tersebut, target konservatif harga WTI diperkirakan berada di sekitar US$144,39 per barel, sementara target agresif dapat mencapai US$204,15 per barel jika ketegangan geopolitik global terus meningkat.

Meski tren kenaikan cukup kuat, analis tetap memperingatkan kemungkinan koreksi jangka pendek.

Dalam analisis grafik jangka sangat pendek, level support awal untuk Brent diperkirakan berada di sekitar US$105,74 per barel.

Apabila harga turun menembus level tersebut, maka koreksi lanjutan berpotensi membawa harga ke area US$103,50 per barel sebelum kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. (RED)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BBM BersubsidiBBM Nonsubsidi
Previous Post

Diberlakukan sejak 2022, ASN Pangkep Keluhkan Pemotongan Gaji Otomatis untuk Infak

Next Post

Ekonomi Kutim Turun Tajam, Padahal Inflasi dan Daya Beli Stabil

BACA JUGA

Bontang Dorong Pelatihan Las Bawah Air, Bidik Kebutuhan Industri Maritim

Bontang Dorong Pelatihan Las Bawah Air, Bidik Kebutuhan Industri Maritim

4 Mei 2026 | 10:45
Permenaker Outsourcing Terbit, Buruh Bontang Soroti Risiko Lemahnya Pengawasan

Permenaker Outsourcing Terbit, Buruh Bontang Soroti Risiko Lemahnya Pengawasan

2 Mei 2026 | 08:46
May Day 2026: Janji Pemprov Kaltim di Tengah Tantangan Kerja Era IKN

May Day 2026: Janji Pemprov Kaltim di Tengah Tantangan Kerja Era IKN

1 Mei 2026 | 22:37
Aturan Baru Outsourcing Dibatasi, Ini Pekerjaan yang Tak Lagi Bisa Dialihdayakan

Aturan Baru Outsourcing Dibatasi, Ini Pekerjaan yang Tak Lagi Bisa Dialihdayakan

1 Mei 2026 | 22:00
RUPS Bankaltimtara Diprotes, Samarinda Tolak Penunjukan Komisaris Utama

RUPS Bankaltimtara Diprotes, Samarinda Tolak Penunjukan Komisaris Utama

1 Mei 2026 | 17:09
Pengangguran Bontang Diklaim Turun 4 Ribu Orang Dua Warga Bontang Korban PHK Tambang Dapat Pendampingan Khusus

Dua Warga Bontang Korban PHK Tambang Dapat Pendampingan Khusus

1 Mei 2026 | 14:10
Next Post
Ekonomi Kutim Turun Tajam, Padahal Inflasi dan Daya Beli Stabil

Ekonomi Kutim Turun Tajam, Padahal Inflasi dan Daya Beli Stabil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

1 Mei 2026 | 21:50
Konsumsi Miras Oplosan, Remaja SMP di Bontang Terjaring Patroli

Konsumsi Miras Oplosan, Remaja SMP di Bontang Terjaring Patroli

3 Mei 2026 | 20:01
Perempuan 26 Tahun Ditangkap Bawa Sabu di Bontang Baru

Perempuan 26 Tahun Ditangkap Bawa Sabu di Bontang Baru

29 April 2026 | 21:39
Warga Kutim Temukan Pria Meninggal di Parit, Diduga Kecelakaan Tunggal

Warga Kutim Temukan Pria Meninggal di Parit, Diduga Kecelakaan Tunggal

3 Mei 2026 | 21:44
Pensiunan 57 Tahun di Balikpapan Diduga Cabuli Bocah TK, Begini Modusnya

Residivis Diduga Rudapaksa 6 Anak di Bontang, Korban Bisa Bertambah

28 April 2026 | 17:38

Terbaru

Daycare di Bontang Gagal Akreditasi, Tersandung Aturan Rasio Dapodik

Daycare di Bontang Gagal Akreditasi, Tersandung Aturan Rasio Dapodik

4 Mei 2026 | 19:53
Ribuan Massa Jebol Gerbang DPRD Kaltim, Tuntut Hak Angket

Ribuan Massa Jebol Gerbang DPRD Kaltim, Tuntut Hak Angket

4 Mei 2026 | 18:43
Hak Angket Mandek, Massa Turun Lagi: DPRD Kaltim Diuji Tepati Janji

Hak Angket Mandek, Massa Turun Lagi: DPRD Kaltim Diuji Tepati Janji

4 Mei 2026 | 18:37
Standar Daycare jadi Sorotan, Orangtua Bontang Minta Pengasuh Bersertifikat

Standar Daycare jadi Sorotan, Orangtua Bontang Minta Pengasuh Bersertifikat

4 Mei 2026 | 18:30
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved