KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi ini memicu lonjakan harga eceran hingga Rp30 ribu per liter.
Warga terpaksa mengantre berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan BBM dengan harga subsidi. Di SPBU, harga pertalite tetap sekira Rp10 ribu per liter.
Namun di tingkat pengecer, harga naik dua hingga tiga kali lipat. Adi Nugraha, warga Muara Wahau, mengatakan kelangkaan membuat harga BBM melonjak signifikan.
“Kalau di SPBU sekitar Rp10 ribu. Di eceran bisa Rp20 sampai Rp30 ribu per liter,” ujarnya, Minggu (19/4).
Ia menyebut antrean panjang dan terbatasnya pasokan menjadi penyebab utama.
Menurutnya, distribusi BBM ke wilayah tersebut tidak rutin, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kutai Timur, Nora Ramadhani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina.
“Tambahan suplai mulai masuk hari ini. Kami dorong penambahan di wilayah dengan permintaan tinggi,” katanya.
Ia juga menegaskan pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat.
Disperindag meminta SPBU tidak melayani pembeli yang terindikasi melakukan penimbunan atau pengetapan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kelangkaan berulang dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Dirinya juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
Harga BBM Non Subsidi di Kaltim Naik 18 April

PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak alias BBM non subsidi per 18 April 2026. Kenaikan berlaku di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim)
Harga Pertamax tetap di Rp12.600 per liter. Namun, jenis BBM lain mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo kini naik menjadi Rp19.850 per liter. Sementara Dexlite menjadi Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter.
Jika dibandingkan harga sebelumnya per 1 April 2026 di Kalimantan Timur, lonjakan cukup tinggi terjadi pada beberapa jenis BBM.
Harga Pertamax Turbo naik sekitar Rp6.500 per liter. Sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik sekira Rp9.650 per liter.
Sebelumnya, harga Pertamax Turbo Rp13.350, Dexlite Rp14.500, dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.
Pertamina menyebut penyesuaian harga ini mengikuti kebijakan pemerintah terkait formula harga BBM.
“Penyesuaian dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM tentang formula harga dasar BBM umum,” demikian keterangan resmi Pertamina.
Kebijakan ini merujuk pada aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penetapan harga BBM non subsidi.
Sementara itu, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Pemerintah memastikan subsidi energi masih mencukupi hingga akhir tahun.
“Subsidi terhadap BBM akan terus diberikan dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [HAF/RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















