PEMERINTAH Kota Bontang mengusulkan pembukaan pelatihan las bawah air (underwater welding) di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia. Usulan ini disampaikan Wali Kota Neni Moerniaeni dalam Musrenbang RKPD Kaltim 2027 di Samarinda, Kamis (30/4/2026).
Wali Kota Neni menyebut kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian tersebut semakin relevan seiring karakter Bontang sebagai kota industri dan maritim. Pemerintah kota bahkan telah menyiapkan lahan untuk mendukung pengembangan program pelatihan tersebut.
“Kami berharap pelatihan ini bisa segera direalisasikan karena sangat dibutuhkan tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Selain sektor ketenagakerjaan, Pemkot Bontang juga mengusulkan penanganan longsor di sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan kawasan pesisir dan permukiman kumuh juga menjadi prioritas, khususnya di Kampung Selambai (Kelurahan Guntung), Bontang Kuala, dan Api-Api.
Di sisi lain, Neni turut menyoroti dampak program pendidikan Gratispol dari Pemprov Kaltim yang mencakup pembebasan SPP. Program tersebut disebut berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Bontang hingga mencapai 40 persen.
Usulan-usulan tersebut kini menunggu tindak lanjut dalam perencanaan pembangunan Pemprov Kaltim, seiring upaya sinkronisasi program antara Pemkot Bontang daerah dan Pemprov. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















