RENCANA pemberangkatan 5 ribu penggiat agama di Kalimantan Timur (Kaltim) terancam jauh dari target setelah anggaran umrah dalam RKPD 2027 dipangkas drastis menjadi Rp300 juta. Kondisi ini terungkap dalam Musrenbang Kaltim di Samarinda, Kamis (30/4/2026).
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjadi salah satu kepala daerah yang secara terbuka menyoroti dampak pemangkasan tersebut. Ia menyebut, dengan anggaran tersisa, kuota penerima manfaat berpotensi menyusut tajam.
“Jika anggarannya hanya Rp300 juta, kemungkinan hanya bisa mengakomodasi sekira 10 hingga 14 orang saja,” kata Neni di hadapan forum yang juga dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Angka itu kontras dengan target awal yang mencapai 5 ribu penggiat agama untuk program umrah atau wisata religi. Hingga saat ini, realisasi program baru menyentuh sekira 800 orang.
Situasi tersebut memunculkan persoalan baru: siapa yang berhak berangkat di tengah kuota yang semakin terbatas. Neni mengingatkan, tanpa skema yang adil, distribusi kuota berpotensi menumpuk di daerah tertentu.
Ia secara spesifik menyinggung kecenderungan program terpusat di kota besar. “Jangan hanya menumpuk di Samarinda atau Balikpapan. Setiap kabupaten dan kota minimal harus mendapat satu kuota,” ujarnya.
Pengalaman tahun sebelumnya menjadi rujukan. Bontang, misalnya, hanya memperoleh dua kuota. Dalam kondisi anggaran yang kini lebih sempit, potensi ketimpangan dinilai semakin besar.
Di sisi lain, penurunan anggaran ini juga mencerminkan tekanan pada kemampuan fiskal daerah. Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa alokasi APBD mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Neni menilai, situasi ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, khususnya kepada penggiat agama dan marbot yang selama ini menjadi sasaran program. Tanpa komunikasi yang jelas, pemangkasan anggaran berisiko memicu kesalahpahaman.
“Harus disampaikan dengan baik agar mereka memahami kondisi keuangan daerah, tapi tetap dengan prinsip keadilan,” katanya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














