SEBANYAK 16 daycare di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), terungkap belum memenuhi standar dan perizinan, meski sudah menerima anak. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menelusuri kondisi tersebut.
Temuan ini menjadi perhatian karena daycare termasuk layanan berisiko tinggi yang berkaitan langsung dengan keselamatan anak. Di tengah meningkatnya kebutuhan penitipan, keberadaan lembaga tanpa standar dinilai berpotensi menimbulkan celah pengawasan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pihaknya akan memeriksa proses berdirinya daycare tersebut, termasuk legalitas dan kelayakan operasionalnya.
“Kenapa bisa sudah berdiri dan bahkan menerima anak, tapi belum memiliki izin. Ini yang akan kami telusuri melalui investigasi khusus,” ujar Abdu Safa kepada Pranala.co, Sabtu (2/5/2026).
Menurut dia, izin operasional menjadi indikator dasar bahwa sebuah daycare telah memenuhi syarat minimal, mulai dari keamanan lingkungan, fasilitas, hingga kompetensi pengasuh. Tanpa itu, risiko terhadap anak dinilai meningkat.
Disdikbud Bontang menegaskan, investigasi dilakukan sebagai langkah awal sebelum menentukan tindakan lanjutan. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan melakukan penertiban. Namun, pembinaan tetap menjadi bagian dari pendekatan yang disiapkan.
“Kita tidak ingin kejadian di daerah lain terulang. Keselamatan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas,” katanya.
Data Disdikbud menunjukkan, sebagian daycare tersebut telah beroperasi cukup lama, sementara lainnya baru berdiri. Kondisi ini menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan dan kesadaran terhadap pentingnya standar layanan.
Dalam ketentuan yang berlaku, usaha daycare wajib memiliki sertifikat standar usaha dari pemerintah daerah serta rekomendasi dinas pendidikan. Selain fungsi penitipan, daycare juga memiliki peran edukatif dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak juga menegaskan pengasuhan harus berbasis hak anak, termasuk aspek perlindungan dan kelekatan emosional.
Melalui investigasi ini, Disdikbud akan memetakan kondisi lapangan secara menyeluruh. Hasilnya akan menjadi dasar penertiban sekaligus pembinaan, dengan target seluruh daycare di Bontang dapat memenuhi standar layanan yang ditetapkan. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















