JANJI yang belum ditepati kembali menyeret ribuan massa ke depan Gedung DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (4/5/2026) sore. Aliansi Rakyat Kaltim 214 menggelar aksi Jilid II untuk menagih kejelasan Hak Angket yang hingga kini belum menunjukkan arah pasti.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa lanjutan. Bagi massa, ini adalah titik uji terhadap komitmen DPRD Kaltim setelah sebelumnya mayoritas fraksi menandatangani pakta integritas. Namun, waktu berjalan tanpa keputusan konkret, memunculkan kekecewaan yang kini dilampiaskan di jalan.
Koordinator lapangan, Kamarul Azwan, menyebut ketidakjelasan itu sebagai alasan utama mobilisasi ulang massa. Menurut dia, upaya mendorong Hak Angket sudah dilakukan, mulai dari advokasi hingga edukasi publik, tetapi belum berujung tindakan legislatif.
“Pakta integritas sudah ditandatangani tujuh fraksi. Tapi sampai hari ini belum ada langkah nyata. Itu yang kami tagih,” kata Kamarul di lokasi aksi.
Momentum aksi kali ini juga tidak berdiri sendiri. Massa sengaja mengaitkannya dengan peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional. Isu ketenagakerjaan dan pendidikan dimasukkan sebagai perluasan tuntutan—menandai bahwa kekecewaan tidak hanya berhenti pada soal politik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Di saat yang sama, perhatian massa tertuju pada rapat pimpinan konsultasi di dalam gedung DPRD. Forum itu disebut menjadi penentu apakah Hak Angket akan benar-benar dijalankan atau kembali tertunda. Tekanan publik dari luar gedung menjadi penyeimbang proses yang berlangsung di dalam.
Namun, aksi tidak berjalan sepenuhnya mulus. Massa sempat dibuat kecewa setelah tidak diizinkan menggunakan kawasan Islamic Center Samarinda sebagai titik kumpul, lokasi yang selama ini lazim dipakai sebelum long march menuju DPRD.
“Biasanya kami mulai dari sana. Tapi hari ini dilarang. Itu cukup mengejutkan bagi kami,” ujar Kamarul.
Di tengah dinamika itu, aparat kepolisian berjaga ketat mengawal jalannya aksi. Demonstrasi berlangsung dengan pengawasan, sementara massa bertahan menunggu kepastian dari dalam gedung. [TIA]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















