• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Daycare di Bontang Gagal Akreditasi, Tersandung Aturan Rasio Dapodik

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Mei 2026 | 19:53
Reading Time: 2 mins read
0
Daycare di Bontang Gagal Akreditasi, Tersandung Aturan Rasio Dapodik

Aktivitas salah satu daycare di Bontang. Foto: Fahrul/Pranala.co

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

UPAYA daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA) Qurrota Ayyun di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), untuk meraih akreditasi tersendat bukan karena kualitas layanan, melainkan terbentur aturan administratif. Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mensyaratkan satu tenaga pendidik menangani minimal 10 anak—ketentuan yang dinilai tak realistis untuk layanan daycare.

Kepala TPA Qurrota Ayyun, Yulita Dian Sovianti, menyebut standar tersebut sulit diterapkan jika pengelola ingin menjaga kualitas pengasuhan. Dalam praktik sehari-hari, satu pengasuh hanya menangani tiga bayi atau maksimal tujuh anak usia lebih besar.

PILIHAN REDAKSI

Standar Daycare jadi Sorotan, Orangtua Bontang Minta Pengasuh Bersertifikat

Standar Daycare jadi Sorotan, Orangtua Bontang Minta Pengasuh Bersertifikat

4 Mei 2026 | 18:30
16 Daycare di Bontang Belum Tersertifikasi, Disdikbud Turun Investigasi

16 Daycare di Bontang Belum Tersertifikasi, Disdikbud Turun Investigasi

3 Mei 2026 | 16:37

“Kalau dipaksakan 10 anak per pengasuh, kualitas perhatian ke anak pasti turun. Sementara di daycare, justru itu yang utama,” kata Yulita kepada Pranala.co, Senin (4/5/2026).

Persoalan ini memperlihatkan celah antara regulasi dan kebutuhan di lapangan. Dapodik dirancang dengan pendekatan lembaga pendidikan formal, sementara daycare memiliki karakter berbeda—lebih fleksibel, dengan fokus pada pengasuhan intensif, bukan sekadar pembelajaran.

Di TPA Qurrota Ayyun, rasio pengasuh dibuat lebih kecil untuk memastikan tiap anak mendapat perhatian personal. Saat ini, enam pengasuh menangani 28 anak, termasuk sembilan bayi. Angka ini jauh dari standar administratif, tetapi dianggap ideal untuk menjaga keamanan dan tumbuh kembang anak.

Kondisi tersebut menjadi dilema. Di satu sisi, akreditasi penting sebagai pengakuan mutu. Di sisi lain, memenuhi syarat administratif justru berpotensi menurunkan kualitas layanan yang selama ini dijaga.

Minat masyarakat terhadap layanan penitipan anak di Bontang juga terus meningkat. TPA Qurrota Ayyun yang awalnya hanya melayani anak karyawan Yayasan As Syamil kini mulai membuka akses terbatas bagi umum. Namun, kuota tetap dikendalikan agar rasio pengasuh tidak terganggu.

Di tengah maraknya kasus kekerasan di daycare secara nasional, pengelola justru memilih memperketat sistem pengasuhan. Pendekatan berbasis nilai agama diterapkan, disertai pembinaan rutin bagi pengasuh dan sistem keterbukaan bagi orang tua.

Orangtua diperbolehkan memantau langsung kondisi anak, bahkan masuk ke ruang bayi tanpa pembatasan waktu. Mekanisme ini menjadi kontrol harian untuk mencegah potensi kelalaian maupun kekerasan.

“Orangtua bisa datang kapan saja. Kami justru terbuka supaya ada pengawasan bersama,” ujar Yulita.

Ke depan, pengelola masih mempertimbangkan langkah akreditasi dengan harapan ada penyesuaian kebijakan yang lebih relevan dengan karakter daycare. Sebab, berbeda dengan sekolah formal, masa penitipan anak di daycare tidak tetap—bisa harian, bulanan, hingga tahunan, tergantung kebutuhan orangtua. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: DaycarePenitipan Anak
Previous Post

Ribuan Massa Jebol Gerbang DPRD Kaltim, Tuntut Hak Angket

Next Post

152 Rumah Butuh Perbaikan, Bontang Hanya Mampu Bangun 10 Unit

BACA JUGA

Warga Keluhkan Hujan Debu, DPRD Balikpapan Siapkan Pemanggilan Pertamina

Warga Keluhkan Hujan Debu, DPRD Balikpapan Siapkan Pemanggilan Pertamina

24 Juni 2026 | 23:28
Silpa Balikpapan Rp479 Miliar, Pemkot Janjikan untuk Banjir hingga Sekolah Balikpapan Terdampak Pemangkasan Rp440 Miliar, Penanganan Banjir 2026 Secara Bertahap Hujan Lebat Rendam Balikpapan, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob

Silpa Balikpapan Rp479 Miliar, Pemkot Janjikan untuk Banjir hingga Sekolah

24 Juni 2026 | 22:49
Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

24 Juni 2026 | 22:35
Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

24 Juni 2026 | 22:15
Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

24 Juni 2026 | 21:48
Harga Pertamax Naik, Antrean BBM Subsidi di Sangatta Bertambah

Harga Pertamax Naik, Antrean BBM Subsidi di Sangatta Bertambah

24 Juni 2026 | 21:36
Next Post
152 Rumah Butuh Perbaikan, Bontang Hanya Mampu Bangun 10 Unit

152 Rumah Butuh Perbaikan, Bontang Hanya Mampu Bangun 10 Unit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Mutasi Polres Kutim, 5 Jabatan Kasat hingga Kapolsek Resmi Bergeser

Mutasi Polres Kutim, 5 Jabatan Kasat hingga Kapolsek Resmi Bergeser

18 Juni 2026 | 22:39
Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker "Pelabuhan Tikus"

Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker “Pelabuhan Tikus”

18 Juni 2026 | 21:59
Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

20 Juni 2026 | 21:48
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00
Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

19 Juni 2026 | 16:57

Terbaru

Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Bandara Sepinggan Balikpapan hingga 15 Ribu per Hari Durasi hingga 29 Jam, Rute Surabaya–Balikpapan Krisis Tiket, Harga Tembus Rp25 Juta Bandara Sepinggan Balikpapan Layani Hampir 375 Ribu Pemudik Lebaran 2025 Arus Balik Lebaran Kaltim 2025; Bandara Sepinggan Balikpapan Catat 289 Penerbangan Sehari

Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Bandara Sepinggan Balikpapan hingga 15 Ribu per Hari

25 Juni 2026 | 00:13

Tipy na zvýšenie vašich šancí v online hazardných hrách

25 Juni 2026 | 00:06
Warga Keluhkan Hujan Debu, DPRD Balikpapan Siapkan Pemanggilan Pertamina

Warga Keluhkan Hujan Debu, DPRD Balikpapan Siapkan Pemanggilan Pertamina

24 Juni 2026 | 23:28
Ithaca Resources Susun Program Warga Sejak Awal, Bupati Kutim Angkat Jempol

Ithaca Resources Susun Program Warga Sejak Awal, Bupati Kutim Angkat Jempol

24 Juni 2026 | 22:58
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved