Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyoroti penurunan tajam pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan laju ekonomi Kutim turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah yang pada 2024 mencapai 9,8 persen, kini merosot menjadi 1,3 persen pada 2025.
“Pertumbuhan ekonomi kita tercatat anjlok, dari 9,8 persen pada 2024 menjadi 1,3 persen pada 2025,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Senin (9/4/2026).
Melihat penurunan yang cukup signifikan tersebut, Ardiansyah mengaku masih mempertanyakan akurasi data yang disampaikan. Ia pun meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim untuk melakukan kajian dan koreksi terhadap data pertumbuhan ekonomi tersebut.
Menurutnya, diperlukan analisis yang lebih mendalam agar pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam merespons kondisi ekonomi saat ini.
Selain itu, ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi guna mencari solusi bersama dalam meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi Kutai Timur.
“Kami akan melibatkan akademisi untuk melakukan kajian secara realistis dan menentukan langkah kebijakan yang harus diambil,” katanya.
Ardiansyah menjelaskan, secara makro perekonomian Kutai Timur masih ditopang oleh beberapa sektor utama, terutama pertambangan, industri pengolahan, serta pertanian dan perkebunan.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada sektor tertentu dapat menimbulkan kerentanan ekonomi di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah daerah berencana mendorong pengembangan sektor ekonomi lainnya agar pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih merata dan berkelanjutan.
Di sisi lain, kondisi inflasi di Kutai Timur dinilai relatif stabil. Bahkan, angka inflasi daerah disebut masih berada di bawah tingkat inflasi nasional.
Ardiansyah menilai kondisi tersebut cukup positif karena harga dan ketersediaan barang di pasaran masih terpantau dengan baik.
“Inflasi Kutim cukup bagus. Harga dan stok barang masih terpantau dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Suriansyah menyebutkan inflasi bulanan di Kutai Timur berada di angka minus 0,22 persen.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional bulanan yang tercatat sekira 0,68 persen.
“Dari pantauan kami, stok barang di Kutai Timur masih aman dan daya beli masyarakat juga masih cukup baik,” jelas Suriansyah.
Ia menilai stabilitas inflasi tersebut menunjukkan kondisi pasar di daerah masih terkendali dan tidak secara langsung memengaruhi penurunan pertumbuhan ekonomi secara makro.
Namun demikian, pemerintah daerah masih perlu melakukan analisis lebih lanjut karena data inflasi tahunan belum dibandingkan secara detail dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya belum mengkomparasi secara rinci dengan data tahun-tahun sebelumnya. Tetapi secara umum kondisi sekarang lebih baik,” ujarnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















