KOBARAN api melalap kawasan permukiman di Jalan Soekarno Hatta KM 1, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Sabtu (27/6/2026) sore. Dalam waktu kurang dari dua jam, belasan rumah berubah menjadi puing dan puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa itu menjadi ujian berat bagi warga. Saat api membesar, mereka hanya sempat menyelamatkan diri dan sebagian kecil barang berharga sebelum kobaran merambat ke bangunan lain yang berdiri berdekatan.
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mencatat sedikitnya 12 bangunan hangus, terdiri atas 11 rumah tunggal dan satu bangsal. Selain itu, enam rumah lainnya ikut mengalami kerusakan akibat terdampak panas dan jilatan api.
Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kamar rumah warga. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Karena sebagian besar bangunan menggunakan material kayu, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Kepanikan warga pun tak terhindarkan.
Laporan kebakaran diterima sekira pukul 14.50 WITA. Disdamkarmat Kota Samarinda langsung mengerahkan armada dari Posko 9 dan Posko 5, dibantu personel serta armada milik Disdamkarmat Kutai Kartanegara.
Relawan dari berbagai organisasi juga turun ke lokasi. Belasan unit mobil pemadam beserta pompa air dikerahkan untuk mengepung kobaran api yang terus membesar di kawasan permukiman padat tersebut.
Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses jalan yang sempit membuat armada kesulitan mendekati titik api sehingga petugas harus bekerja lebih keras.
“Total bangunan yang terbakar sebanyak 11 rumah tunggal dan satu buah bangsalan serta enam rumah mengalami kerusakan akibat terdampak kebakaran,” ujar Hendra AH, Sabtu (27/6/2026).
Selain akses yang terbatas, material bangunan yang didominasi kayu membuat api sulit dikendalikan. Petugas bersama relawan sempat kewalahan sebelum akhirnya kobaran berhasil dipadamkan.
Api baru benar-benar berhasil dikendalikan sekitar satu jam 45 menit setelah laporan pertama diterima. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Musibah tersebut membuat sedikitnya 15 kepala keluarga atau sekitar 45 jiwa kehilangan tempat tinggal. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Warga yang terdampak kini harus memulai kembali kehidupan mereka sambil menunggu proses pendataan serta bantuan dari pemerintah dan pihak terkait.
Hendra menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih didalami aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber api. [DIAS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














