MISTERI hujan debu yang sempat membuat warga Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) resah perlahan mulai menemukan titik terang. Material yang beterbangan dan viral di media sosial itu kini telah dikirim ke Laboratorium Sucofindo Jakarta untuk diuji lebih lanjut, sementara pemerintah memastikan kondisi kesehatan warga tetap menjadi perhatian utama.
Hasil investigasi awal menyebut partikel tersebut merupakan zeolit yang kaya aluminium silikat. Meski dinyatakan aman berdasarkan penjelasan awal pihak perusahaan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan belum ingin mengambil risiko dan tetap menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan kesimpulan sementara itu usai mengikuti investigasi bersama sejumlah instansi di Kantor Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Kamis (25/6/2026).
“Dari hasil yang diperlihatkan kepada kami, debu tersebut merupakan zeolit yang kaya aluminium silikat dan sejauh ini dinyatakan aman. Namun kami tetap melakukan pemantauan kesehatan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.
Meski demikian, sampel material tetap dikirim ke Laboratorium Sucofindo Jakarta. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kandungan partikel sekaligus mengetahui potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Berdasarkan penjelasan KPB, partikel debu keluar ketika perusahaan menjalankan uji coba peralatan di area kilang. Gangguan teknis pada salah satu unit menyebabkan material terlepas ke udara hingga terbawa angin dan menyebar ke sejumlah kawasan permukiman.
Begitu gangguan terdeteksi, proses pengujian langsung dihentikan. Perusahaan kemudian melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki peralatan yang mengalami kendala.
Menurut Alwiati, KPB juga berkomitmen tidak melanjutkan uji coba sebelum berkoordinasi dengan instansi terkait. Selain itu, perusahaan akan menambah sistem scrubber untuk meminimalkan kemungkinan keluarnya partikel serupa pada pengujian berikutnya.
Di tengah kekhawatiran warga, Dinas Kesehatan memastikan belum menemukan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak.
Meski belum ada indikasi gangguan kesehatan secara massal, pemeriksaan langsung tetap akan dilakukan kepada warga sebagai langkah antisipasi.
“Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut,” kata Alwiati.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan setelah terpapar debu. Warga juga diminta mencuci tangan setelah menyentuh sisa material serta membilas wajah dan mata menggunakan air mengalir apabila terkena paparan.
Pertamina, lanjut Alwiati, menyatakan siap bertanggung jawab apabila terdapat warga yang membutuhkan penanganan medis akibat insiden tersebut. [RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














