SANGATTA, Pranala.co — Denyut budaya Dayak Wehea kembali akan menggema. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mulai mengintensifkan promosi dan berbagai persiapan menjelang Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026.
Festival tahunan yang digelar di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau ini mendapat perhatian lebih. Tahun ini, Lom Plai resmi masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program nasional yang menghimpun event unggulan daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut status tersebut menjadi peluang besar untuk mengangkat budaya lokal ke panggung yang lebih luas.
“Dengan masuk KEN, tentu kita harus lebih siap, baik dari sisi promosi maupun dukungan di lapangan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Persiapan pun tidak setengah-setengah. Dispar Kutim mulai menggerakkan berbagai sektor pendukung. Surat edaran telah disampaikan kepada pelaku usaha, seperti hotel dan rumah makan, agar bersiap menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan selama festival berlangsung.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kenyamanan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Di sisi lain, promosi juga diperluas. Spanduk dipasang di sejumlah titik strategis, sementara jejaring promosi diperkuat dengan melibatkan perbankan, radio lokal, hingga pemanfaatan media sosial.
“Kami mengajak semua pihak ikut menyebarkan informasi melalui kanal masing-masing, agar gaungnya semakin luas,” kata Rifanie.
Tidak hanya mengandalkan agenda utama, Dispar juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung. Lomba fotografi, lomba video, hingga pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan digelar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk fotografer dan kreator konten.
Festival Lom Plai sendiri merupakan tradisi sakral masyarakat Dayak Wehea. Rangkaian kegiatan berlangsung cukup panjang, mulai 23 Maret hingga 29 April 2026.
Puncak acara dijadwalkan pada 22 April 2026 melalui ritual adat Bob Jengea—sebuah prosesi penting yang menjadi inti dari perayaan tersebut.
Seluruh kegiatan dipusatkan di Desa Nehas Liah Bing. Lokasi ini dinilai strategis karena memiliki akses yang relatif mudah serta didukung fasilitas penunjang seperti penginapan dan rumah makan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Dispar Kutai Timur berharap penyelenggaraan Lom Plai 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















