Bontang, PRANALA.CO – Di sebuah sudut permukiman RT 3 Kelurahan Berebas Tengah, Kota Bontang, Kaltim rumah sederhana milik Lasahi kini berdiri kokoh setelah melalui proses renovasi total.
Hari ini, Jumat (11/4/2025), rumah tersebut diresmikan langsung Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Sebagai simbol akhir dari perjuangan melawan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang.
Lasahi, pria berusia sekira 80 tahun yang kini lumpuh akibat sakit berkepanjangan. Tinggal bersama dua anaknya. Selama beberapa bulan terakhir, kehidupannya tidak hanya bergantung pada doa dan harapan. Namun juga pada kepedulian lintas lembaga — mulai dari Dinas Sosial hingga BAZNAS Kota Bontang.
“Ini rumah yang kita bantu untuk kategori miskin ekstrem. Alhamdulillah, artinya target Bontang zero kemiskinan ekstrem bisa tercapai,” ucap Wawali Bontang, Agus Haris.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya terdapat delapan keluarga yang masuk dalam daftar miskin ekstrem di Kelurahan Berebas Tengah ini. Kini semuanya telah mendapat bantuan sesuai kebutuhan mereka.
Pembangunan rumah Lasahi bukan sekadar renovasi fisik. Lebih dari itu. Rumah ini menjadi simbol harapan baru. Dengan total biaya sekira Rp100 juta — hasil sinergi antara BAZNAS dan Dinas Sosial Kota Bontang — bangunan itu kini layak huni dan dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai.
“Prosesnya panjang, mulai dari pembongkaran, pembersihan, hingga rampung jadi seperti sekarang,” ungkap Agus Haris.
Lasahi sebelumnya sempat dirawat di Rumah Singgah milik Dinas Sosial, mengingat kondisinya yang kian memburuk. Kini, setelah kembali ke rumah, ia akan mendapat pendampingan rutin dari tim medis yang dijadwalkan tiga kali dalam seminggu, berkat kerja sama Dinsos dengan tenaga kesehatan.
Upaya pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrem bukan sekadar janji. Program ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk menuntaskan kemiskinan dalam bentuknya yang paling parah — yakni kondisi di mana warga hidup tanpa akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan layak, tempat tinggal, dan layanan kesehatan.
Agus Haris berharap langkah ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk memastikan setiap warga Bontang hidup dengan martabat. “Ini bukan garis akhir, tapi justru awal untuk terus menjaga mereka agar tidak kembali jatuh ke kondisi serupa,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami











Comments 1