Pranala.co, BONTANG – Pesona Bontang Kuala tak pernah pudar. Rumah panggung. Laut biru. Wisata kuliner pesisir. Semua ada di sana. Namun satu persoalan lama masih membayang. Banjir rob.
Saat air laut pasang, jalan utama menuju Bontang Kuala berubah wajah. Aspal hilang. Air menggenang. Ketinggiannya bisa lebih dari lutut orang dewasa. Kendaraan tersendat. Aktivitas warga ikut tersiksa.
Kondisi itu bukan cerita baru. Sudah bertahun-tahun terjadi. Datang dan pergi mengikuti pasang laut.
Rahman (45), warga setempat, mengaku sudah hafal betul ritmenya. Jam berangkat. Jam pulang. Semua menyesuaikan air laut.
“Kalau pasang tinggi, motor sering mogok. Mau lewat takut jatuh. Apalagi kalau bawa anak,” ujarnya.
Harapannya sederhana. Jalan ditinggikan. Akses aman. Hidup lebih tenang.
Keluhan serupa datang dari para pedagang. Salah satunya Siti (38). Ia menggantungkan hidup dari ramainya pengunjung.
“Kalau jalan tergenang, orang malas datang. Pengunjung sepi. Pendapatan turun,” katanya.
Padahal, kawasan itu hidup dari wisata. Dari orang yang datang. Dari akses yang lancar.
Pemerintah Kota Bontang tak menutup mata. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan persoalan ini sudah masuk meja koordinasi.
Penanganan banjir rob, kata Neni, tengah dibahas bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Jalan Pierre Tendean yang menjadi akses utama Bontang Kuala berstatus jalan nasional. Kewenangannya ada di balai.
“Insyaallah akan ditindaklanjuti. Kami sudah menyampaikan ke balai. Harapannya jalan bisa segera dibangun, dari pintu masuk sampai area parkir,” ujar Neni, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, solusi paling realistis adalah meninggikan badan jalan. Tanpa itu, banjir rob akan terus berulang. Konsep jalan layang atau fly over menjadi salah satu opsi yang memungkinkan.
“Mau tidak mau jalannya memang harus dinaikkan. Pemerintah kota terus berkoordinasi, meski kewenangannya ada di balai,” jelasnya.
Neni berharap sinergi lintas instansi bisa mempercepat realisasi pembangunan. Akses yang baik bukan hanya soal wisata. Tapi juga soal keselamatan. Dan keberlanjutan hidup warga pesisir.
“Pemerintah berusaha. Masyarakat bantu dengan doa. Semoga segera terealisasi,” pungkasnya.
Bontang Kuala menunggu. Laut tetap pasang. Warga berharap jalan segera naik.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















