PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diproyeksikan menyasar kebutuhan gizi masyarakat. Di Kutai Timur (Kutim), program nasional itu mulai diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pangan.
Langkah itu ditandai dengan terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kabupaten Kutai Timur untuk masa bakti 2026-2029. Penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dilakukan Ketua DPD I APPMBGI Kalimantan Timur, Adam Dustin, di Balikpapan, Senin (18/5/2026).
Pembentukan organisasi tersebut disebut menjadi bagian dari konsolidasi pelaksanaan Program MBG di daerah. Namun, perhatian utama justru tertuju pada peluang ekonomi yang mulai terbuka bagi pelaku usaha pangan lokal di Kutai Timur.
Melalui skema itu, kebutuhan bahan baku untuk program MBG diharapkan tidak hanya dipenuhi dari luar daerah. Petani sayur, peternak ayam dan sapi, kelompok perikanan, koperasi, hingga UMKM pangan lokal didorong masuk dalam ekosistem penyediaan kebutuhan makan bergizi.
Ketua APPMBGI DPD Kutai Timur, Habibi, mengatakan organisasinya akan segera berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Pembangunan MBG dan Koordinator Wilayah SPPG Kutai Timur agar program berjalan terarah dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Komitmen kami memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Yang juga penting, program ini harus memberikan dampak ekonomi nyata sampai ke tingkat desa,” kata Habibi.
Menurut dia, keberlanjutan Program MBG tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada kekuatan rantai pasok lokal. Karena itu, kolaborasi dengan petani, peternak, pelaku perikanan, dan UMKM disebut menjadi fokus utama APPMBGI Kutai Timur.
Sementara itu, Ketua APPMBGI DPD I Kalimantan Timur, Adam Dustin, meminta pengelolaan organisasi dilakukan secara transparan dan profesional. Ia menilai Kutai Timur berpeluang menjadi model pelaksanaan MBG berbasis pelibatan usaha lokal di Kalimantan Timur.
“Libatkan pelaku usaha lokal seluas-luasnya agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Adam.
Adapun susunan pengurus APPMBGI DPD Tingkat II Kutai Timur periode 2026-2029 yakni Habibi sebagai ketua, Lani Nurfakhira sebagai sekretaris, dan Anik Istiyantiyandari sebagai bendahara.
Organisasi tersebut juga membuka peluang kemitraan bagi kelompok tani, kelompok ternak, kelompok perikanan, koperasi, dan UMKM pangan yang ingin terlibat dalam penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















