NIAT seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara) mencari pekerjaan lewat Facebook berujung dugaan penyekapan dan kekerasan seksual di Makassar. Perempuan muda itu diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja yang ditawarkan seorang pria berinisial FR (33).
Pelaku kini telah ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (16/5/2026), setelah sempat melarikan diri dari Makassar.
Kasus ini bermula ketika korban mencari pekerjaan sebagai baby sitter melalui media sosial. Dari akun Facebook yang diakses korban, pelaku menawarkan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Tawaran itu membuat korban tertarik hingga datang ke lokasi yang disebut pelaku.
Namun situasi berubah begitu korban tiba di tempat tinggal FR. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban diduga tidak diizinkan pergi dan sempat diancam menggunakan cutter. Dalam kondisi tertekan, korban juga diduga mengalami kekerasan seksual.
Bukan hanya itu. Polisi menyebut pelaku turut membawa kabur telepon genggam dan sejumlah barang berharga milik korban. Setelah menerima laporan, tim Jatanras bergerak melakukan pelacakan hingga mengetahui pelaku kabur ke Surabaya.
Penangkapan dilakukan di area Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi menduga FR berupaya meninggalkan wilayah tersebut untuk menghindari pengejaran aparat. Dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana menyebut penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Polisi juga menelusuri pengakuan pelaku yang mengaku pernah terlibat kasus pencurian sepeda motor di Kabupaten Takalar.
Saat ini FR telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran pekerjaan di media sosial dan memastikan identitas pemberi kerja sebelum mendatangi lokasi yang ditentukan,” imbaunya. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















