PASAR Pangkep makin hari makin ramai. Ekonomi tumbuh, pedagang tersenyum. Namun, ada satu masalah klasik yang bikin pusing: parkir.
Mobil dan motor menumpuk sampai ke bahu jalan. Lalu lintas tersendat, kemacetan tak terhindarkan.
Kondisi serba salah ini memantik perhatian Ketua Komisi II DPRD Pangkep, Lutfi Hanafi. Dia turun langsung ke lapangan. Menengok fasilitas pasar, mengamati transaksi pedagang, hingga menyoroti semrawutnya kendaraan.
"Fasilitas pasar sebenarnya sudah bagus. Pengunjung juga ramai. Tapi masalah parkir ini betul-betul perlu perhatian," kata Lutfi saat memantau lokasi.
Menurutnya, kendaraan yang meluber ke bahu jalan menjadi biang kerok kemacetan. Terutama saat jam sibuk pasar.
Lutfi tak hanya datang untuk mengkritik. Dia menyodorkan solusi konkret kepada Dinas Perhubungan.
Salah satunya terbilang berani: menyulap area saluran air di depan pasar menjadi tempat parkir motor.
"Kendaraan harus diarahkan. Saluran air di depan pasar bisa ditutup untuk tempat parkir motor. Catatannya, fungsi drainase tidak boleh terganggu," tegasnya.
Langkah ini diyakini bisa langsung menyerap puluhan kendaraan yang selama ini 'memakan' badan jalan.
Soroti Bocornya Potensi PAD
Bukan cuma soal kemacetan. Lutfi juga mencium potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menguap dari sektor ini.
Dia mendesak petugas di lapangan bekerja transparan. Setiap pengendara wajib diberi karcis resmi. Jangan ada lagi transaksi bodong tanpa bukti.
"Petugas parkir harus tertib berikan karcis. Selain untuk ketertiban, ini kunci agar PAD Pangkep dari sektor parkir bisa maksimal," tambahnya.
Bagi Lutfi, penataan parkir punya dampak ganda. Jalanan jadi lancar, kas daerah ikut terisi.
"Target kita pasar tertib, pembeli nyaman, dan daerah dapat kontribusi maksimal," tegas Lutfi. (*)
















