PULUHAN murid dan pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala muntah serta diare diduga usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8/2026).
Peristiwa dugaan keracunan makanan gratis Bontang ini langsung memicu kekhawatiran orang tua murid dan menjadi perhatian instansi pemerintah setempat.
Seorang wali murid berinisial AB mengonfirmasi bahwa kabar soal gangguan kesehatan massal tersebut menyebar cepat di grup WhatsApp komite sekolah.
Beruntung, anaknya yang duduk di kelas 1 selamat dari gejala buruk tersebut lantaran tidak langsung menyantap porsi hidangan yang dibagikan.
"Saya dengar kabarnya ramai di grup komite sekolah. Katanya ada yang muntah karena makan MBG," ungkap AB.
Ia menambahkan, anaknya terbiasa membawa pulang jatah Makanan Bergizi Gratis tersebut alih-alih memakannya langsung di area sekolah.
Mendapatkan kabar tersebut, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, turun langsung memeriksa kondisi di lapangan, Kamis (6/8/2026). Langkah ini diambil setelah dirinya menerima laporan awal dari jajaran tenaga pengajar sehari sebelumnya.
Elis melakukan pemantauan bersama Babinsa setempat guna mengumpulkan data lapangan terkait insiden dugaan keracunan makanan gratis Bontang ini. Pihaknya berupaya memastikan detail kronologi serta menghimpun jumlah pasti korban yang terdampak.
"Iya, laporannya kemarin saya terima dari guru. Makanya hari ini saya datang ke sekolah untuk memastikan kebenarannya," tegas Elis di lokasi kejadian.
Pihak Sekolah Menggelar Rapat Tertutup
Hingga berita ini diturunkan, jajaran manajemen SDN 012 Bontang Selatan belum bersedia memberikan rincian pasti mengenai total korban maupun penyedia katering terkait. Pihak sekolah memilih menggelar rapat tertutup bersama pimpinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan.
Seorang staf sekolah menyatakan bahwa konfirmasi resmi baru akan dirilis usai koordinasi internal selesai.
"Nanti saja, kami masih rapat dulu. Nanti kami sampaikan. Jangan sampai sekolah atau SPPG yang kena imbas buruknya," tutur staf tersebut.
Suasana di lingkungan sekolah tampak riuh saat enam orang siswa dipanggil masuk ke dalam ruang rapat. Namun, akses pewarta Pranala.co untuk mendokumentasikan koordinasi tersebut sempat dibatasi staf pria sekolah dengan alasan belum ada izin resmi.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang, Surya Dwi Saputra, belum membuahkan hasil. Pesan singkat yang dikirimkan belum mendapatkan respons hingga berita dipublikasikan.
MBG di SDN 012 Bontang Selatan Berlanjut
PROGRAM Makan Bergizi Gratis alias MBG di SDN 012 Bontang Selatan tetap berjalan normal Kamis, 6 Agustus 2026. Pembagian makanan terus berlangsung meski sehari sebelumnya sejumlah siswa dan guru diduga mengalami gejala muntah hingga diare usai mengonsumsi menu MBG.
Pantauan Pranala.co di lokasi menunjukkan tidak ada tindakan penarikan maupun pelarangan atas menu yang dibagikan. Para siswa terlihat tetap menerima serta menyantap jatah makanan dari petugas dapur penyedia.
Meski demikian, kecemasan masih membayangi sebagian murid. Beberapa siswa memilih lebih waspada dan memeriksa kondisi fisik makanan sebelum mengonsumsinya.
"Dicium dulu sebelum makan. Kalau tidak enak, tidak saya makan," ujar salah seorang siswa di SDN 012 Bontang Selatan.
Langkah hati-hati juga diambil oleh murid lainnya. Beberapa siswa bahkan memilih tidak menyentuh jatah makanan yang disediakan petugas dengan alasan sudah kenyang.
"Saya sudah kenyang. Makanya tidak saya makan," tutur seorang siswi.
Kondisi di lapangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang. Koordinator BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, sebelumnya menegaskan bahwa distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan dihentikan sementara.
Langkah penghentian tersebut awalnya disiapkan sebagai prosedur antisipasi hingga proses investigasi penyebab gangguan kesehatan selesai dilakukan. Namun, pelaksanaan di sekolah ternyata tetap berjalan seperti biasa tanpa pembatasan.
Surya membenarkan pihak BGN telah menerima laporan mengenai dugaan kasus gangguan kesehatan tersebut. Saat ini BGN berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menelusuri sumber utama pemicu keluhan para penerima manfaat.
Seluruh pasokan menu MBG yang dibagikan ke sekolah tersebut berasal dari dapur SPPG Bontang Utara 2. Fasilitas pengolahan makanan ini berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.
Dinas Kesehatan bersama tim investigasi masih mengumpulkan sampel guna memastikan kelaikan sanitasi serta keamanan pangan dari dapur penyedia tersebut. Langkah pemetaan dilakukan untuk mencegah potensi meluasnya dampak gangguan kesehatan pada sekolah lain. (*)
Artikel ini akan terus diperbaharui.















