PROGRAM Makan Bergizi Gratis alias MBG di SDN 012 Bontang Selatan tetap berjalan normal Kamis, 6 Agustus 2026. Pembagian makanan terus berlangsung meski sehari sebelumnya sejumlah siswa dan guru diduga mengalami gejala muntah hingga diare usai mengonsumsi menu MBG.
Pantauan Pranala.co di lokasi menunjukkan tidak ada tindakan penarikan maupun pelarangan atas menu yang dibagikan. Para siswa terlihat tetap menerima serta menyantap jatah makanan dari petugas dapur penyedia.
Meski demikian, kecemasan masih membayangi sebagian murid. Beberapa siswa memilih lebih waspada dan memeriksa kondisi fisik makanan sebelum mengonsumsinya.
"Dicium dulu sebelum makan. Kalau tidak enak, tidak saya makan," ujar salah seorang siswa di SDN 012 Bontang Selatan.
Langkah hati-hati juga diambil oleh murid lainnya. Beberapa siswa bahkan memilih tidak menyentuh jatah makanan yang disediakan petugas dengan alasan sudah kenyang.
"Saya sudah kenyang. Makanya tidak saya makan," tutur seorang siswi.
Kondisi di lapangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang. Koordinator BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, sebelumnya menegaskan bahwa distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan dihentikan sementara.
Langkah penghentian tersebut awalnya disiapkan sebagai prosedur antisipasi hingga proses investigasi penyebab gangguan kesehatan selesai dilakukan. Namun, pelaksanaan di sekolah ternyata tetap berjalan seperti biasa tanpa pembatasan.
Surya membenarkan pihak BGN telah menerima laporan mengenai dugaan kasus gangguan kesehatan tersebut. Saat ini BGN berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menelusuri sumber utama pemicu keluhan para penerima manfaat.
Makanan Berasal dari Dapur SPPG Bontang Utara 2
Seluruh pasokan menu MBG yang dibagikan ke sekolah tersebut berasal dari dapur SPPG Bontang Utara 2. Fasilitas pengolahan makanan ini berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.
Dinas Kesehatan bersama tim investigasi masih mengumpulkan sampel guna memastikan kelaikan sanitasi serta keamanan pangan dari dapur penyedia tersebut. Langkah pemetaan dilakukan untuk mencegah potensi meluasnya dampak gangguan kesehatan pada sekolah lain.
Upaya konfirmasi lanjutan telah dilakukan kepada Koordinator BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, terkait perbedaan arahan dengan kondisi di lapangan. Namun, pesan singkat yang dikirimkan hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan respons. (*)















