Pranala.co, SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat prestasi membanggakan. Angka stunting berhasil ditekan signifikan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, stunting di Kutim turun 8,4 persen.
Penurunan ini mengangkat peringkat Kutim dari posisi ke-10 menjadi ke-8 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
"Angka stunting Kutim saat ini 20,6 persen. Turun tajam dari 29 persen di tahun sebelumnya," ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, Rabu (11/6/2025).
Data itu diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rilis resmi pada 27 Mei 2025. Dengan penurunan tersebut, Kutim kini berada di atas Kutai Barat (21,0 persen) dan Penajam Paser Utara (21,9 persen).
Junaidi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim menegaskan, capaian ini merupakan buah kolaborasi lintas sektor.
"Ini hasil kerja bersama. Kolaborasi semua perangkat daerah, mitra organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Lewat pembinaan dan pendampingan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), langkah-langkah penanggulangan stunting di daerah semakin efektif.
Selain stunting, Kutim juga menunjukkan kemajuan dalam menurunkan jumlah keluarga berisiko stunting (KRS). Data dari Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Elsimil milik BKKBN RI memperlihatkan tren penurunan yang konsisten.
Berikut data jumlah KRS di Kutim: Semester II 2023: 19.900 KRS; Semester I 2024: 15.576 KRS; September 2024: 12.362 KRS; Semester II 2024: 11.973 KRS
Junaidi mengajak semua pihak terus bersinergi agar capaian ini tak berhenti di sini. Ia optimistis Kutai Timur bisa menjadi contoh dalam penanganan stunting di Indonesia.
"Kita awali Kutai Timur Hebat menuju Indonesia Emas 2045. Ke depan, akan ada lebih banyak kisah sukses yang bisa kita banggakan bersama," tutupnya. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















