PERSOALAN akses air bersih yang sering kali menjadi keluhan klasik warga di perkotaan dan pelosok daerah mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah konkret untuk mengamankan pasokan air bersih bagi masyarakat di Bontang dan Kutai Timur (Kutim).
Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco. Infrastruktur ini disiapkan sebagai tulang punggung baru demi menjamin aliran air minum yang andal, berkelanjutan, dan langsung menyentuh kebutuhan harian warga.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Irhamsyah, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Langkah ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk hadir di tengah kebutuhan mendasar masyarakat.
"Infrastruktur SPAM Regional ini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk menjamin ketersediaan akses air bersih yang andal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga di dua wilayah tersebut," ujar Irhamsyah saat ditemui di Samarinda, Jumat (17/7/2026).
Menariknya, Pemprov Kaltim tidak hanya mengandalkan pipa dan mesin pompa penampung air. Manajemen distribusi air curah lintas daerah ini kini dikawal oleh teknologi digital bernama MITRA SPAM (Manajemen Informasi Terpadu dan Rekonsiliasi Aliran).
Teknologi ini memangkas celah masalah yang sering terjadi dalam distribusi antardaerah. Dengan sistem terpusat, proses penyaluran air dari provinsi ke kabupaten dan kota menjadi jauh lebih transparan dan terpantau secara langsung.
Irhamsyah menambahkan, MITRA SPAM dilengkapi dengan fitur pemantauan operasional dari hulu ke hilir. Validasi data dan dokumentasi aliran air berjalan secara otomatis, sehingga meminimalkan potensi perselisihan data teknis antardaerah.
"Penerapan sistem ini memastikan kita memiliki satu standar data yang sama, sehingga mencegah terjadinya kendala teknis pencatatan sekaligus mengamankan kualitas layanan distribusi air yang diterima publik," tuturnya.
Tentu saja, proyek besar ini tidak bisa jalan sendiri. Keberhasilan pasokan air bersih Bontang Kutai Timur ini bertumpu pada kolaborasi erat antara UPTD SPAM Regional Kaltim, Dinas PUPR, Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang, dan Perumda Tirta Tuah Benua Kutai Timur.
Sinergi lintas batas ini dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan ego sektoral yang selama ini kerap menghambat pelayanan publik. Kerja sama solid antarpemerintah daerah ini efektif memangkas kesenjangan akses infrastruktur air bersih yang dibutuhkan masyarakat luas.
Dia berharap, modernisasi pengelolaan air ini tidak hanya mengalirkan air ke bak mandi warga, tetapi juga mengalirkan kualitas hidup yang lebih baik. Air yang bersih dan sehat diharapkan mampu mendongkrak taraf kesehatan keluarga di Bontang maupun Kutai Timur secara jangka panjang. (*)















