KAPAL wisatawan dari Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), tenggelam di kawasan Bontang Kuala, Selasa (11/8/2026) sore. Sebanyak 29 orang berada di dalam kapal. Terdiri atas 25 wisatawan, tiga tour guide, dan satu nahkoda.
Insiden tersebut memicu penanganan medis terhadap sejumlah penumpang yang mengalami keluhan setelah kapal tenggelam. Tiga wisatawan dilaporkan mengalami sesak napas hingga kehilangan kesadaran.
Ketiga wisatawan tersebut yakni Rivaldi, Paramita, dan Marsela. Dalam laporan medis, Paramita tercatat sebagai korban yang sedang hamil.
Informasi penanganan korban tercatat dalam laporan Medis Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bontang.
Petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 17.25 Wita dan menyelesaikan penanganan sekitar pukul 17.55 Wita.
Rincian penumpang dalam kapal tersebut menjadi bagian penting dari penanganan setelah insiden. Total terdapat 29 orang, terdiri atas 25 wisatawan, tiga tour guide, dan satu nahkoda bernama Tombo.
Selain tiga wisatawan yang mengalami sesak napas dan pingsan, laporan medis juga mencatat keluhan dari kelompok tour guide dan nahkoda.
“Kedalam laporan, kelompok tour guide dan nahkoda disebut mengalami keluhan berupa sesak napas dan kram kaki,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin dalam keterangannya kepada Pranala.co.
Petugas medis memberikan penanganan awal kepada wisatawan yang membutuhkan pertolongan.
Rivaldi, Paramita, dan Marsela tercatat mengalami sesak napas hingga kehilangan kesadaran.
Petugas kemudian memberikan bantuan oksigen dan melakukan pemeriksaan saturasi. Tekanan darah korban juga diperiksa untuk memastikan kondisi mereka setelah insiden.
Petugas turut melakukan upaya menjaga kesadaran korban selama proses penanganan. Kondisi Paramita mendapat perhatian khusus karena dalam laporan medis tercatat sebagai korban yang sedang hamil.
Penanganan korban dilakukan menggunakan ambulans medis Damkar dan unit Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dua anggota yang tercatat berada di lokasi yakni Jailani dan Eka Safitri.
Petugas medis memeriksa korban yang membutuhkan pertolongan setelah kapal wisatawan tersebut tenggelam.
Rangkaian penanganan berlangsung sekitar 30 menit. Petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 17.25 Wita dan penanganan selesai sekitar pukul 17.55 Wita.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai penyebab kapal wisatawan itu tenggelam. (*)















