ANCAMAN peredaran narkoba mulai mengarah ke kawasan pesisir Bontang. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang bahkan menempatkan Kelurahan Lok Tuan dan Tanjung Laut Indah sebagai zona merah peredaran narkotika.
Situasi itu membuat Kelurahan Bontang Kuala bergerak lebih cepat. Wilayah yang dikenal sebagai destinasi wisata andalan tersebut memilih memperkuat langkah pencegahan agar penyalahgunaan narkoba tidak merambah lingkungan masyarakatnya.
Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah, mengatakan tren kasus narkoba di kawasan pesisir menunjukkan peningkatan. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus melibatkan masyarakat sejak tingkat paling bawah.
"Kasus narkoba ini mulai banyak dan kebanyakan terjadi di daerah pesisir. Makanya kami harus antisipasi sejak dini. Jangan sampai itu juga terjadi di Bontang Kuala," ujar Ardiansyah.
Bontang Kuala memilih pendekatan yang lebih humanis dengan mengajak generasi muda terlibat dalam berbagai kegiatan positif.
Salah satunya melalui penyelenggaraan hiburan berupa pertunjukan musik di pelataran Bontang Kuala. Kegiatan tersebut melibatkan pemuda Karang Taruna sebagai penggerak utama agar mereka memiliki ruang untuk berkarya sekaligus memperkuat interaksi sosial.
"Di pelataran Bontang Kuala, kami buat kegiatan hiburan seperti live musik. Pemuda karang taruna kami libatkan langsung sebagai penggerak. Sehingga anak-anak muda punya ruang berekspresi yang positif. Kalau mereka sibuk dengan hal baik, potensi terlibat narkoba bisa ditekan," jelasnya.
Menurut Ardiansyah, lingkungan yang aktif dan produktif menjadi salah satu benteng penting agar remaja tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Selain memberdayakan pemuda, penguatan pengawasan juga dilakukan melalui satuan tugas di tingkat RT.
Kelurahan menggandeng Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), pengurus RT, serta Bhabinkamtibmas untuk rutin mengingatkan warga mengenai bahaya narkoba. Edukasi dilakukan melalui sosialisasi langsung hingga pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis.
"Edukasi itu penting. Masyarakat harus terus kami ingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak individu, tapi juga keluarga dan masa depan generasi," tegas Ardiansyah.
Sebagai kawasan wisata yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan, Bontang Kuala juga meningkatkan patroli rutin setiap malam Minggu.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi berkumpulnya masyarakat, tetapi juga menjangkau vila-vila yang berdiri di atas laut. Kegiatan ini melibatkan unsur kelurahan, RT, FKPM, hingga aparat kepolisian.
"Alhamdulillah, sejauh ini belum ada temuan. Tapi pengawasan tetap kami lakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi," katanya.
Langkah tersebut menjadi bentuk kewaspadaan dini agar kawasan wisata tetap aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dengan memperkuat peran pemuda, meningkatkan kepedulian warga, serta memperluas pengawasan hingga tingkat lingkungan, Bontang Kuala berharap dapat menjaga generasi muda dari ancaman narkoba sebelum persoalan itu berkembang lebih jauh. (*)

















