HARAPAN masih menggantung di perairan Muara Manggar, Balikpapan Timur. Seorang nelayan bernama Alan belum ditemukan setelah kapal yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak saat hendak masuk muara, Kamis (16/7/2026) malam.
Musibah itu tak hanya menyeret satu korban hilang. Puluhan boks ikan yang diangkut kapal juga hanyut dan ditemukan berserakan di pesisir Pantai Manggar Segara Sari, menjadi jejak bisu kecelakaan yang terjadi di tengah gelapnya laut.
Warga sekitar, Asbi, mengaku pertama kali mengetahui insiden tersebut sekitar pukul 20.30 Wita. Saat itu seorang nelayan berhasil berenang hingga ke bibir pantai dan meminta pertolongan.
"Perahu saya pecah, Pak, di sana, di luar," kata Asbi menirukan pengakuan nelayan yang selamat.
Menurut Asbi, warga sempat menawarkan bantuan untuk mengantar nelayan tersebut. Namun ia memilih pergi.
"Orangnya lari tadi, mau diantar enggak mau juga. Katanya anak buah Haji Oleng," ujarnya.
Tak lama berselang, warga melihat boks-boks ikan hanyut ke arah pantai. Belakangan diketahui seluruh boks itu berasal dari kapal yang mengalami kecelakaan.
"Ada juga kode-kode senter tadi sambil nyenter boks-boks," tutur Asbi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan laporan kecelakaan diterima sekitar pukul 20.30 Wita.
Berdasarkan informasi awal, kapal nelayan tersebut hendak memasuki Muara Manggar. Namun kapal kandas karena kondisi air laut sedang surut.
Situasi berubah dalam hitungan menit. Angin kencang disertai ombak tinggi menghantam kapal hingga terbalik dan melempar seluruh penumpang ke laut.
"Dikarenakan angin kencang dan ombak tinggi, kapal kemudian dihantam ombak besar hingga terbalik sehingga menyebabkan empat orang penumpang terlempar keluar dari kapal," kata Endrow.
Dari empat orang di atas kapal, tiga berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai. Sementara Alan hingga kini masih dinyatakan hilang.
Tim SAR Fokus Menyisir Lokasi Kejadian
Begitu menerima laporan, Kantor SAR Balikpapan mengerahkan personel pada pukul 20.50 Wita.
Operasi pencarian menggunakan Rubber Boat, Rigid Buoyancy Boat (RBB), perlengkapan SAR air, peralatan selam, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis.
Memasuki hari kedua, penyisiran difokuskan di sekitar lokasi kapal terbalik dan jalur yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan arus laut serta kondisi cuaca.
"Hingga saat ini pencarian masih dilakukan. Kami juga mengimbau nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih berhati-hati karena kondisi cuaca, khususnya angin dan ombak, saat ini cukup tinggi," ujar Endrow.
Operasi ini melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, Satbrimob Polda Kalimantan Timur, Balawisata Dispora Kota Balikpapan, Babinsa Manggar, Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta keluarga korban.
Pencarian berlangsung di tengah cuaca yang belum bersahabat. Ombak dan angin kencang membuat tim harus menyesuaikan pola penyisiran agar tetap mengutamakan keselamatan personel. (*)
















