PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim resmi menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp4,49 miliar untuk 1.040 mahasiswa di Berau melalui program Gerakan Layanan Gratis untuk Semua Lapisan Masyarakat (Gratispol).
Langkah nyata ini ditegaskan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat meninjau lokasi penyaluran di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Berau, Jumat (25/7/2026).
Dua tahun berjalan, kebijakan ini tak sekadar menanggung biaya kuliah, tetapi juga menyapa para pendidik hingga penjaga rumah ibadah di pelosok daerah.
Suntikan dana pendidikan ini dibagikan secara proporsional ke tiga perguruan tinggi besar di Kabupaten Berau. Universitas Muhammadiyah Berau menerima alokasi terbesar mencapai Rp3,035 miliar yang ditujukan bagi 747 mahasiswa.
Selain itu, 185 mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau Coal menerima bantuan sebesar Rp925 juta. Kampus STIT Tanjung Redeb juga mendapatkan kucuran dana Rp537,55 juta yang diperuntukkan bagi 108 mahasiswa.
Di hadapan para mahasiswa, Rudy Mas'ud menegaskan bahwa bantuan ini adalah investasi masa depan. Kalimantan Timur butuh anak-anak muda yang cerdas, berintegritas, dan mau membangun daerahnya sendiri.
"Kami berharap stimulan ini direspons dengan belajar lebih giat dan mengukir prestasi," ujar Rudy.
Program Gratispol dirancang tak hanya berfokus pada bangku perguruan tinggi. Pembangunan SDM dinilai harus dimulai dari fondasi paling bawah, yakni para tenaga pendidik di tingkat dasar dan menengah.
Sebanyak 1.690 guru di Berau mendapatkan insentif senilai Rp500.000 per bulan yang dibayarkan selama enam bulan. Penerima insentif ini mencakup 921 guru TK/KB/RA/TPA, 360 guru SD/MI, dan 409 guru SMP/MTs.
Bukan cuma sektor pendidikan formal, sentuhan emosional terasa saat Pemprov Kaltim menyalurkan apresiasi kepada 360 penjaga rumah ibadah lintas agama di Berau. Ketulusan mereka menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah diganjar perhatian nyata.
Rinciannya meliputi 209 penjaga tempat ibadah Islam, 124 Kristen, 23 Katolik, 2 Hindu, serta 2 Buddha.
Sejak bergulir 21 April 2025 di Samarinda, program Gratispol Pendidikan terus menunjukkan lonjakan capaian. Jika pada tahun pertama prioritas hanya diberikan untuk mahasiswa baru, tahun ini cakupannya diperluas secara drastis.
Seluruh mahasiswa aktif dari semester 1 hingga semester 8 kini berhak mendapatkan manfaat yang sama.
Komitmen anggaran Pemprov Kaltim pun melambung tinggi. Dari pagu awal Rp200 miliar pada 2025, angka tersebut melonjak tajam menjadi Rp1,377 triliun pada Tahun Anggaran 2026. Target penerima beasiswa secara menyeluruh dipatok mencapai 158.981 orang di seluruh penjuru Kaltim.
Gerak cepat terus ditunjukkan. Hingga Mei 2026, pencairan tahap ketiga telah menembus angka Rp288,5 miliar. Dana tersebut dikirim langsung ke rekening 7 PTN dan 45 PTS untuk melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) milik 63.603 mahasiswa. (*)















