SEBUAH video yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru SD di Balikpapan Timur menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Korban berinisial MA (31) diduga mengalami kekerasan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (21/7/2026) sekira pukul 13.20 WITA. Kini, kasus tersebut tengah ditangani kepolisian.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen mengatakan pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut.
Menurut Chusen, perempuan yang tampak dalam rekaman video diketahui bernama Roslindah, istri korban yang merupakan Guru Sosiologi di SMA Negeri 7 Balikpapan.
"Pada saat kejadian, yang bersangkutan berupaya melerai keributan yang terjadi," kata Chusen, Jumat (24/7/2026).
Berawal dari Teguran kepada Siswa
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula ketika MA melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu ia melihat seorang pelajar mengendarai sepeda motor sambil merokok, padahal masih mengenakan seragam sekolah.
Sebagai tenaga pendidik, MA kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih memakai atribut sekolah.
Namun, teguran itu diduga memicu keberatan dari siswa yang bersangkutan.
Menurut keterangan korban kepada penyidik, siswa tersebut sempat berkata, "Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya."
Melihat situasi mulai dipenuhi warga dan berpotensi memicu keributan, korban memilih meninggalkan lokasi.
Diduga Dikejar hingga Terjadi Pengeroyokan
Persoalan ternyata tidak berhenti di sana. Berdasarkan hasil pulbaket kepolisian, korban diduga diikuti oleh tiga siswa, orang tua salah seorang siswa, serta paman siswa hingga ke Jalan Lapangan Tembak Lambada.
Setibanya di lokasi, MA berusaha menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran dan tidak pernah memukul siswa sebagaimana tuduhan yang kemudian muncul.
Namun, menurut hasil pengumpulan keterangan polisi, siswa tersebut telah lebih dulu menyampaikan kepada orang tuanya bahwa dirinya dipukul oleh korban.
Korban kembali membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa tidak pernah melakukan kekerasan.
Situasi kemudian memanas ketika salah seorang siswa diduga melontarkan kalimat, "Banyak betul omonganmu."
Tak lama setelah itu, paman siswa diduga memukul korban. Dugaan kekerasan tersebut kemudian diikuti tiga siswa lainnya sehingga MA diduga menjadi korban pengeroyokan.
Polisi Masih Selidiki Para Terduga Pelaku
AKP Chusen mengungkapkan, satu terduga pelaku telah diketahui identitasnya, yakni seorang pelajar berinisial F. Sementara identitas pelaku lain masih didalami penyidik.
Usai kejadian, korban melapor ke Polsek Balikpapan Timur dan menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan visum.
"Laporan telah diterima dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap korban maupun pihak-pihak yang berkaitan," ujar Chusen.
Ia memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur.
"Saat ini penyelidikan masih berlangsung dan kami akan menindaklanjuti perkara ini secara profesional serta objektif," tegasnya. (*)















