MATA Siti Samsiah berkaca-kaca. Kekhawatiran yang selama ini menggelayuti pundaknya mendadak runtuh, berganti rasa syukur yang tak terhingga.
Anaknya baru saja dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) 2026. Bagi keluarga kecilnya, kabar ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jaminan masa depan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Beasiswa Pupuk Kaltim 2026 ini menjadi harapan besar bagi keluarga kami terhadap kelangsungan pendidikan anak," ujar Siti dengan suara bergetar saat menghadiri seremoni penyerahan beasiswa di Hotel Grand Equator Bontang, Selasa (14/7/2026).
Siti tidak sendirian. Ada 50 anak berprestasi di Kota Bontang yang merasakan kebahagiaan serupa tahun ini. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali membuktikan komitmen nyatanya dengan menggelontorkan dana fantastis senilai Rp4,6 miliar untuk membiayai pendidikan mereka.
Menembus beasiswa PKTPP ini tentu bukan perkara mudah. VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, membeberkan bahwa tahun ini ada 213 pendaftar yang bersaing ketat.
Melalui proses yang panjang, tim seleksi akhirnya menyaring 50 nama terbaik yang dinilai berdasarkan prestasi akademik sekaligus kondisi ekonomi keluarga. Mereka terdiri atas 10 siswa SD, 10 siswa SMP, 10 siswa SMA, dan 20 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri top Indonesia lewat jalur SNBP dan SNBT.
"Proses seleksi kami lakukan secara transparan dan akuntabel. Tujuannya jelas, agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas," tegas Rezha.
Bagi penerima tingkat SD hingga SMA, mereka akan disekolahkan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK)—salah satu sekolah terfavorit di Bontang. Kerennya lagi, beasiswa ini mencakup pembebasan biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, uang transportasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya.
Sedangkan untuk jenjang kuliah, para mahasiswa akan disokong penuh mulai dari biaya UKT, biaya hidup bulanan, dana penelitian, hingga biaya wisuda. Sejak digulirkan pada 2008 lalu, program PKTPP tercatat telah mengucurkan dana total Rp39,3 miliar untuk 545 anak di Bontang.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin hanya fokus pada operasional pabrik, tetapi juga wajib memikirkan masa depan generasi muda di sekitar wilayah operasi. Dukungan pada dunia pendidikan adalah investasi strategis jangka panjang.
"Pupuk Kaltim meyakini pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Keterbatasan ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak kita dalam meraih cita-cita," kata Maslani mantap.
Langkah masif Pupuk Kaltim ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut sinergi ini sangat krusial dalam menyiapkan daya saing masyarakat lokal, terlebih menyambut posisi Bontang sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Untuk maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga manusianya. Lewat program ini, kita sedang menanam benih masa depan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutur Agus Haris bangga. (*)
















