Warga Samarinda Masih Dapat Bantuan Rp 600 Ribu

  • Whatsapp
Ilustrasi

SAMARINDA – Bantuan Sosial Tunai (BST) masih disalurkan untuk warga Samarinda kurang mampu yang terdampakn Covid-19. Nilainya Rp 300 ribu per bulan. Diberikan untuk dua bulan sekaligus, Maret dan April, totalnya Rp 600ribu tiap kepala keluarga.

Bantuan ini didistribusikan bagi masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19 di kawasan Samarinda. Bantuan didistribusikan dengan pola per kelurahan, sehingga tidak terjadi penumpukan massa dan tempatnya di area terbuka, serta berkonsep jaga jarak.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Rusmadi memantau pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penyaluran BST ini melalui kerja sama antara Pemkot Samarinda dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pos Indonesia.

Wawali Rusmadi memantau penyaluran BST di Kantor Kecamatan Samarinda Utara, Kamis 15 April 2021. Acara dihadiri Kepala Dinsos Samarinda, M Ridwan Tasa, Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam, Lurah Lempake, perwakilan PT Pos Indonesia, serta aparat Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

“Allhamdulilah sekarang pandemi Covid-19 perlahan mulai menurun, bantuan langsung dari Kemensos ini diharapkan bisa dipergunakan dengan baik, belikan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan dipergunakan selain kebutuhan,” ujar Rusmadi.

Acara dirangkai dengan pemberian simbolis, berupa bantuan uang sebesar Rp600 ribu periode bulan Maret dan April kepada warga yang kurang mampu di sekitar wilayah Lempake, Kelurahan Kecamatan Samarinda Utara.

Penyaluran BST di Samarinda, Kalimantan Timur ini dilakukan kepada 8.449 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk 2 bulan yaitu Maret dan April 2021.

”Setiap bulan Rp300 ribu KK, sehingga setiap warga mendapat Rp600 ribu,” ujar Wawali Rusmadi.

Wawali Rusmadi juga menerangkan, saatini Pemkot Samarinda terus melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Harapan Wawali Rusmadi, validasi DTKS dapat memastikan akurasi penerima manfaat bantuan.

”Semoga minggu depan selesai. Kita akan integrasikan secara spasial, sehingga data by name by address KPM dilengkapi dengan titik koordinat rumah. Semoga dengan data yang akurat, tidak ada yang salah sasaran lagi,” ujar Wawali Rusmadi. **

Pos terkait