BANJIR yang melanda Kecamatan Tering, Kutai Barat, mulai meluas dan merendam sembilan kampung, Rabu (20/5/2026). Sedikitnya 5.743 jiwa terdampak dalam bencana ini, sementara 1.340 rumah warga dilaporkan terendam akibat luapan air yang belum stabil.
Di sejumlah titik, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kenaikan debit air. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat pun mulai menyiapkan skenario evakuasi, termasuk pendirian tenda pengungsian dan dapur umum apabila kondisi memburuk.
Data Dinas Sosial mencatat banjir berdampak terhadap 1.513 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Kampung Muyub Ulu, Tukul, Gabung Baru, Tering Baru, Linggang Jelemuq, Tering Lama, Linggang Muyub Ilir, Linggang Tering Seberang, hingga Tering Lama Ulu.
Situasi di lapangan mendorong pemerintah daerah menurunkan tim gabungan ke kawasan terdampak. BPBD mengerahkan perahu karet untuk membantu mobilitas dan evakuasi warga di titik genangan yang sulit dilalui kendaraan.
“Pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan cepat melalui sinergi sejumlah perangkat daerah sejak pagi hari. Semua lini bergerak bersama demi keselamatan warga,” ujar Plh Sekretaris Daerah Kutai Barat Yuli Permata Mora saat meninjau lokasi banjir.
Selain evakuasi, pemerintah juga mulai menyiapkan distribusi bantuan logistik darurat. Dinas Sosial disiagakan untuk penyaluran bantuan kepada warga terdampak, sementara Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bantuan beras siap edar guna mengantisipasi kebutuhan pangan selama banjir berlangsung.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan menempatkan ambulans dan tim medis di lokasi terdampak untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang kerap muncul saat banjir, seperti infeksi kulit dan diare, terutama pada anak-anak dan lansia.
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan SDA Kutai Barat Ali Sadikin meminta warga meningkatkan kewaspadaan karena kondisi air masih fluktuatif. Ia mengingatkan orang tua untuk memperhatikan keselamatan anak-anak dan warga lanjut usia yang menjadi kelompok paling rentan saat banjir.
“Seluruh warga, terutama orang tua, diminta berhati-hati mengawasi anak-anak dan lansia yang rentan dalam kondisi seperti ini,” kata Ali.
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak banjir dan kebutuhan mendesak warga. Pemkab Kutai Barat memastikan tim gabungan tetap bersiaga sambil memantau perkembangan debit air di wilayah terdampak. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















