KABAR dugaan begal yang beredar cepat di media sosial membuat warga Karang Joang, Balikpapan Utara, sempat dilanda waswas. Informasi itu muncul setelah seorang ibu yang melintas di jalur Transad menuju Politeknik Balikpapan (Poltekba) mengalami insiden mencurigakan saat perjalanan pulang pada malam hari.
Peristiwa tersebut kemudian menyebar melalui grup WhatsApp warga dan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter. Dalam waktu singkat, kabar itu memicu kekhawatiran warga karena lokasi kejadian dikenal sepi dan minim penerangan saat malam hari.
Ketua RT 02 Karang Joang Ahmad Budianto mengatakan, informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan di masyarakat. Menurut dia, kejadian itu bukan aksi pembegalan seperti yang ramai disebutkan di media sosial.
“Perlu kami klarifikasi bahwa kejadian yang beredar di media sosial, baik di Instagram, Facebook maupun Twitter, bukanlah begal, melainkan gangguan kamtibmas,” ujar Ahmad mengutip keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, insiden bermula ketika seorang ibu pulang dari arah pusat kota menuju rumahnya melalui jalur samping Poltekba ke arah Transad saat hujan turun. Di tengah perjalanan yang gelap, korban diduga melihat atau mendapat gangguan dari seseorang yang melempar benda menyerupai senjata tajam ke arah jalan.
Situasi itu membuat korban panik, terlebih karena sedang membawa anak kecil. Tanpa melanjutkan perjalanan, ia memilih memutar balik dan mengambil jalur Kilometer 9 untuk kembali pulang dengan lebih aman.
Setelah informasi tersebut diterima warga, pengurus RT bersama masyarakat dan aparat keamanan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Penyisiran dilakukan selama sekitar dua jam di sepanjang jalur Transad menuju Poltekba.
“Kami bersama warga langsung menuju TKP dan melakukan penyisiran sekitar satu setengah hingga dua jam. Namun tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan,” kata Ahmad.
Warga juga diminta tetap waspada saat melintas malam hari dan segera melapor ke aparat setempat apabila menemukan situasi mencurigakan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan informasi yang beredar tidak berkembang liar di media sosial. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















