PEMERINTAH Kota Bontang merotasi empat pejabat kepala dinas, di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (21/5/2026). Pergantian terjadi di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, mulai dari kesehatan, sosial, perlindungan perempuan dan anak, hingga penegakan ketertiban umum.
Rotasi tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 800.1.3.3/873/BKSDM/2026 tertanggal 21 Mei 2026. Pergeseran jabatan ini menarik perhatian karena melibatkan dua dinas dengan fungsi vital, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, di tengah tingginya tuntutan pelayanan masyarakat.
Bahtiar Mabe yang sebelumnya memimpin Dinas Kesehatan kini bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Perpindahan ini dinilai strategis karena isu perlindungan perempuan dan anak belakangan menjadi perhatian serius di banyak daerah, termasuk Kaltim.
Kursi Kepala Dinas Kesehatan kemudian ditempati drg. Eko Wati, MKes., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial. Pergantian pucuk pimpinan di sektor kesehatan terjadi di tengah tantangan pelayanan kesehatan daerah, mulai dari penguatan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, hingga akses layanan masyarakat.
Perubahan juga terjadi di sektor sosial dan ketertiban umum, Ahmad Yani yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP kini dipercaya memimpin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sementara itu, posisi Kepala Satpol PP diisi Edi Foreswanto, yang sebelumnya memimpin DP3AKB. Pergantian ini terjadi saat fungsi pengawasan ketertiban umum dan penegakan peraturan daerah menjadi sorotan, terutama terkait aktivitas usaha, ketenteraman lingkungan, dan penataan kawasan kota.
Hingga kini, Pemkot Bontang belum memerinci target khusus dari rotasi tersebut. Namun, perubahan susunan pimpinan OPD ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap pola kerja dan percepatan program di sejumlah sektor pelayanan dasar masyarakat. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














