PEREBUTAN kursi Sekretaris Daerah Kutai Barat (Sekda Kubar) dimulai. Empat pejabat eselon II resmi menjalani uji potensi dan kompetensi dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda di Gedung Assessment Center BKD Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (18/5/2026).
Seleksi ini menjadi sorotan karena posisi Sekda merupakan jabatan paling strategis dalam birokrasi daerah. Sekda tidak hanya mengendalikan jalannya administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penghubung utama antara kepala daerah dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, membuka langsung tahapan assessment tersebut. Ia menegaskan proses seleksi tidak boleh sekadar menjadi formalitas birokrasi, melainkan harus mampu melahirkan figur dengan kapasitas kepemimpinan dan integritas kuat.
“Assessment center bukan hanya tahapan administratif, tetapi upaya memetakan kemampuan seseorang berdasarkan standar jabatan yang telah ditetapkan,” kata Frederick Edwin.
Menurut dia, tantangan pemerintahan daerah saat ini menuntut sosok Sekda yang mampu bekerja cepat, menjaga stabilitas birokrasi, sekaligus mengawal percepatan pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh tahapan secara serius dan profesional.
Empat pejabat yang bersaing memperebutkan kursi Sekda tersebut berasal dari sektor strategis di lingkungan Pemkab Kutai Barat. Mereka adalah Erik Vicktory yang kini menjabat Kepala DPMK Kutai Barat, Kamius Junaidi selaku Kepala Disdikbud, Mobilala yang menjabat Kabag Administrasi Pembangunan Setkab Kutai Barat, serta Pilip sebagai Kepala DPUPR Kutai Barat.
Plt Kepala BKD Kaltim, Yuli Fitrianti, mengatakan jabatan Sekda memiliki posisi sentral karena berfungsi sebagai koordinator perangkat daerah sekaligus penjaga ritme administrasi pemerintahan.
Melalui uji kompetensi ini, tim penilai ingin melihat kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, hingga kecocokan karakter peserta dengan kebutuhan organisasi.
“Diharapkan proses ini menghasilkan pemimpin birokrasi terbaik bagi Kabupaten Kutai Barat,” ujar Yuli.
Tahapan assessment dilakukan oleh asesor profesional dari UPTD Penilaian Kompetensi BKD Kaltim. Seleksi berlangsung tertutup dengan metode pemetaan kompetensi dan potensi kepemimpinan yang menjadi dasar penentuan kandidat Sekda definitif Kutai Barat. [RE]
















