Korupsi Sumur Bor, Kontraktor dan PPK Dinas PU jadi Tersangka

  • Whatsapp
Kepala Kejari Kutim, Hendriyadi W Putro (tengah) saat memberikan keterangan pers.

SANGATTA – Dua orang tersangka kasus tindak pidana dugaan korupsi proyek pengadaan sumur bor di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur ditahan. Diketahui tersangka merupakan pelaksana pekerjaan sumur bor atau kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kontraktor berinisial RA dan PPK dari Dinas PU berinisial RR,” ungkap Kepala Kejari Kutim, Hendriyadi W Putro di Kantor Kejari Kutim, kawasan Bukit Pelangi, Rabu (14/4/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Penahanan ini merupakan tindak lanjut dari proses perkara sebelumnya yang sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kemudian didukung beberapa alat bukti dan keterangan ahli.

Kata Hendri, penahana tersangka untuk mempermudah pelaksanaan proses selanjutnya. Kejari kata dia, mulai melakukan penahanan terhadap kedua tersangka selama 20 hari ke depan.

Selanjutnya, akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda untuk diproses lebih lanjut. “Saat ini rencananya tahanan tersebut akan kita titipkan di Mapolres Kutim,” tambahnya.

Sejatinya, proyek tersebut telah berjalan sejak 2019 silam dengan sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2019 dan bantuan keuangan.

Kasus ini membuat kerugian negara sebesar Rp 268 juta akibat penyalahgunaan kewenangan anggaran proyek pembuatan 3 sumur bor. Tipikor ini telah terungkap sejak akhir 2020. Namun seiring berjalannya waktu, pihak Kejari Kutim terus melakukan penyelidikan melalui dokumen yang terkait.

“Beberapa dokumen telah diperiksa dan ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi proyek tersebut sehingga pembangunan tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Hendri lagi. **

Pos terkait