Pranala.co, BONTANG – Hujan deras beberapa jam saja sudah cukup membuat warga RT 12, 13, dan 14 di Jalan Balikpapan, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, waswas. Pasalnya, kawasan itu hampir pasti terendam air setiap kali langit menumpahkan hujan deras.
Genangan air memang tak bertahan lama. Tapi yang membuat warga kesal, banjir itu datang berulang—dan tanpa solusi nyata.
Rudi (45), warga RT 13, sudah hafal betul pola banjir di lingkungannya. Begitu hujan turun deras, ia langsung bersiap. Ember, pel, dan sapu selalu standby.
“Kami begini bukan cuma sebulan dua bulan, tapi sudah tahunan. Kalau sudah hujan deras pasti banjir. Airnya sampai masuk rumah, jadi harus bersih-bersih terus,” keluh Rudi saat ditemui, Rabu (22/10).
Sama halnya dengan Siti Rahma (38), warga RT 14. Ia menilai masalah banjir ini sudah terlalu lama dibiarkan. Padahal, kata dia, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan lewat forum resmi seperti Musrenbang.
“Sudah beberapa kali kami sampaikan. Tapi belum ada tindakan nyata. Kami hanya ingin pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ucapnya.
Ketua RT 12, Affandi, mengungkapkan akar masalahnya. Menurut dia, banjir terjadi karena saluran air di Jalan Asmawarman sudah lama tidak berfungsi.
“Baik kiri maupun kanan jalannya tertutup. Tidak ada saluran pembuangan langsung ke sungai,” jelas Affandi.
Akibatnya, air dari beberapa wilayah di sekitar mengalir ke titik terendah di Jalan Balikpapan. Parit di sepanjang jalan itu pun tak mampu menampung debit air yang tinggi saat hujan deras.
“Kalau hujan lebat, air langsung mengalir ke bawah dan meluap ke jalan, bahkan masuk ke rumah warga. Kami sudah lelah, karena setiap hujan deras pasti kebanjiran,” tambahnya.
Sebagai solusi, Affandi meminta pemerintah segera membangun parit besar di Jalan Asmawarman agar air bisa mengalir langsung ke sungai.
“Mudah-mudahan ini bisa jadi prioritas. Warga hanya ingin lingkungan yang aman dari banjir,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










