Pranala.co, BALIKPAPAN — Video seorang siswa SMK 3 Balikpapan pingsan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat bikin gaduh. Tuduhan cepat menyebar: keracunan.
Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan buru-buru meluruskan. Tidak ada sekolah yang menolak program MBG. Tidak ada pula laporan resmi soal keracunan massal.
Irvan Taufik, Kepala Disdikbud Balikpapan, menegaskan bahwa hingga kini program tetap berjalan. Semua sekolah menerima. Baik SMP maupun PAUD.
“Tidak ada yang menolak. Semua masih berjalan normal,” ujarnya, Jumat (26/9).
Irvan lalu menjelaskan peran dinasnya. Disdikbud hanya memastikan makanan tiba di sekolah-sekolah penerima. Setelah itu, tugas guru dan siswa untuk membagikan ke kelas.
“Anak-anak biasanya bergantian piket. Guru mendampingi. Soal kualitas makanan, itu bukan ranah kami,” katanya.
Ranah pengawasan mutu, kata Irvan, sepenuhnya milik Dinas Kesehatan. Mereka yang bertanggung jawab atas pemeriksaan dan standar keamanan makanan.
Lalu, bagaimana dengan video viral itu? Irvan menegaskan, siswa yang sempat pingsan langsung dibawa ke rumah sakit. Hasilnya, kondisi membaik dan diperbolehkan pulang.
“Kalau keracunan, biasanya terjadi massal. Satu kelas bisa kena. Ini kan tidak. Jadi lebih tepat konfirmasi ke Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Dengan demikian, Disdikbud tetap fokus pada distribusi. Makanan sampai. Anak-anak makan. Program jalan.
“Yang penting, anak-anak menerima dan bisa disantap. Itu tugas kami,” tutup Irvan. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








