SAPI jumbo bernama Sibison mendadak jadi perbincangan warga Balikpapan. Ukurannya yang tak biasa membuat banyak orang penasaran.
Setiap hari, warga datang ke MWK Farm di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, hanya untuk melihat langsung sapi pilihan Presiden tersebut.
Tubuh Sibison memang mencolok. Tingginya mencapai sekitar 160 sentimeter dengan panjang badan lebih dari dua meter. Warna tubuhnya pun menarik perhatian, ditambah tanduk besar yang membuat penampilannya makin gagah.
Namun ternyata, untuk menjadi sapi bantuan Presiden, ukuran besar saja tidak cukup.
Pemilik MWK Farm, Anita, mengatakan proses seleksi berlangsung ketat dan memakan waktu panjang. Tim dari Kementerian Pertanian bersama dinas terkait turun langsung melakukan pemeriksaan.
“Penilaian dilakukan mulai dari kesehatan, bobot badan, sampai kondisi fisik sapi. Salah satu syarat utama memang sapi harus bertanduk dan sehat secara keseluruhan,” kata Anita, Sabtu (23/5).
Yang menarik, proses seleksi berlangsung sekitar satu setengah bulan.
Bahkan proses penimbangan dilakukan secara daring bersama pihak kementerian untuk memastikan bobot sapi benar-benar sesuai standar bantuan Presiden.
Sapi bantuan Presiden tidak hanya harus besar, tetapi juga wajib sehat, kuat, aktif, dan lolos pemeriksaan dokter hewan secara menyeluruh.
Menurut Anita, Sibison akhirnya dipilih karena menjadi sapi terbesar di kandang MWK Farm.
Nama “Sibison” sendiri punya cerita unik.
Sapi berusia empat tahun itu dianggap sebagai pemimpin di antara sapi-sapi lain di peternakan. Karena itulah nama “Bison” disematkan.
Namun ukuran jumbo ternyata membuat perawatannya jauh lebih rumit dibanding sapi biasa.
Setiap hari, Sibison dimandikan dua kali untuk menjaga kebersihan tubuhnya. Pola makannya juga diatur ketat agar bobot tetap stabil.
“Kami menjaga pola makan dan kebersihannya secara rutin. Karena ukurannya besar, perawatannya juga harus lebih ekstra dibanding sapi biasa,” ujar Anita.
Sibison awalnya dibeli dari peternak di Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), setahun lalu usai Iduladha. Saat pertama kali tiba di MWK Farm, bobotnya masih berkisar 700 kilogram.
Namun setelah menjalani perawatan rutin, ukuran tubuhnya terus berkembang hingga akhirnya dilirik menjadi sapi bantuan Presiden.
Menariknya, Anita memastikan tidak ada perlakuan istimewa untuk Sibison dibanding sapi lain di kandangnya.
“Semua perlakuan dan treatment-nya sama, baik untuk sapi jumbo maupun sapi kecil. Yang membedakan hanya porsi makanannya saja. Sapi jumbo seperti Byson porsi makannya dua kali lipat lebih banyak,” katanya.
Dalam sehari, Sibison mengonsumsi campuran ampas tahu, konsentrat, vitamin, garam, dan molase yang diberikan dua kali sehari. Bukan hanya itu.
Rumput segar juga diberikan tiga kali sehari, termasuk pada tengah malam pukul 24.00 Wita. Untuk memenuhi kebutuhan pakan satu ekor sapi jumbo ini, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp1,5 juta per bulan.
Faktor kesehatan pun menjadi perhatian utama.
Pemerintah melalui dinas terkait telah melakukan pemeriksaan sampel kesehatan dan memastikan Sibison dalam kondisi sehat serta telah menerima vaksinasi lengkap.
Kini, keberadaan Sibison justru memicu rasa penasaran warga.
Banyak masyarakat datang ke kandang MWK Farm untuk berfoto dan melihat langsung sapi raksasa tersebut. Ukuran tubuh, tanduk besar, hingga warna tubuh Sibison menjadi daya tarik tersendiri.
Rencananya, Sibison akan dikirim ke Balikpapan Islamic Center atau Masjid Madinatul Iman pada 27 Mei 2026 bertepatan dengan Iduladha.
Setelah itu, sapi bantuan Presiden tersebut akan diserahkan kepada panitia kurban untuk disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














