Terkait Erat Klaster Gowa, Satu Keluarga di Kutim Ditetapkan PDP

  • Whatsapp
Lokasi pelaksanaan Ijtima Ulama di Gowa, Sulsel belum lama ini. (Ist)

SATU KELUARGA di Kutai Timur (Kutim) ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka terdiri dari orangtua, anak, dan menantu. Saat ini, para pasien satu keluarga itu sedang dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kudungga Sangatta, Kutim

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Kalimantan Timur, Andi M Ishak pun membenarkan. Semua pasien ini, dikatakan Andi, terkait erat dengan pelaku perjalanan kegiatan keagamaan di Gowa, Sulawesi Selatan atau yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur sebagai Klaster Gowa.

“Ia benar sekali, mereka itu kerabat satu keluarga. Terdiri dari orang tua, anak dan menantu,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers online dengan awak media di Kalimantan Timur melalui aplikasi zoom pada Rabu (15/4/2020) petang.

Keterkaitannya, dari dua orang pria dengan umur 55 dan 52 yang merupakan pelaku perjalanan dari Gowa. Keduanya memiliki keluhan pilek, demam dan batuk. Setelah, dilakukan rapid test keduanya reaktif terhadap virus Corona.

Kemudian, dilakukan tracing kontak kepada pasien, dijelaskan Andi, didapati dua perempuan dan seorang pria yang merupakan anak dan istri dari salah satu pria yang disebutkan sebelumnya jiga dinyatakan reaktif terhadap Virus Corona, setelah dilakukan rapid test.

Setelah tracing didapati tiga kasus PDP lagi, yakni wanita 45 tahun dan 23 tahun serta laki-laki 26 tahun merupakan kontak erat dari PDP laki-laki 52 tahun di atas, dengan masing-masing memiliki keluhan batuk. Kemudian, hasil Rapid test Reaktif.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kutai Timur terus bertambah, sementara hasil rapid test enam warga Muara Wahau dinyatakan positif Virus Corona atau covid-19. Meski total pasien positif Virus Corona atau covid 19, tetap di angka empat penderita dengan satu penderita sudah dinyatakan sembuh, namun angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19 di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur terus bertambah.

Dari sehari sebelumnya, yakni Selasa (14/4/2020) berjumlah 15 orang, pada Rabu (15/4/2020) meningkat tajam menjadi 21 orang. Penambahan ini menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal karena ada penambahan enam warga Kecamatan Muara Wahau, yang sebelumnya merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP), kini meningkat statusnya menjadi PDP.

Kemarin, delapan ODP dari Kecamatan Muara Wahau, dibawa ke RSUD Kudungga. Karena setelah isolasi mandiri selama 14 hari, menunjukkan gejala covid-19. Mereka pun diperiksa menggunakan rapid test. Hasilnya, enam dari delapan orang itu, positif.

“Karena satu dari enam orang, tidak menunjukkan gejala, kami minta isolasi mandiri di rumah. Sedangkan lima lainnya, karena ada gejala, kami isolasi di RSUD Kudungga Sangatta,” ungkap Bahrani, Rabu (15/4).

Keenam warga yang hasil rapid testnya menunjukkan tanda positif, lanjut Bahrani, merupakan bagian dari klaster Gowa. Empat PDP merupakan suami istri dan dua laki-laki peserta ijtima lainnya. “Jad, peserta ijtima dari Gowa yang PDP di Kecamatan Muara Wahau, ada empat orang. Dua orang telah menularkan pada istri mereka, sehingga istrinya ikut dirawat dan diisolasi di rumah sakit,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Bahrani, saat ini tempat tidur yang tersedia untuk pelayanan isolasi covid-19 d RSUD Kudungga Sangatta sudah penuh. Karena hanya dialokasikan 15 tempat tidur. Setelah bertambah lima PDP dari Kecamatan Muara Wahau. (*)

Pos terkait