Kelompok remaja itu ternyata tidak benar-benar pergi meninggalkan lokasi, melainkan hanya pergi sebentar untuk mengantarkan pulang pacar mereka saja.
Tidak berselang lama, mereka kembali lagi mendatangi RN dan MR yang masih duduk berdua di Taman Kota itu. “Mereka ini datang kembali ke tempat itu dengan membawa teman mereka yang lainnya,” bebernya.
Singkat cerita, percekcokan terjadi hingga akhirnya salah satu dari kelompok remaja tersebut melayangkan pukulan ke wajah RN. Karena kalah jumlah, RN dan MR menjadi bulan-bulanan kesembilan tersangka itu.
“Salah satu tersangka kemudian ada yang memukul kepala korban dengan gunakan botol miras yang dibawa kedua korban,” jelasnya.
Setelah puas menghajar kedua korban, para pelaku kemudian meninggalkan RN dan MR yang dalam kondisi babak belur bersimbah darah di Taman Kota tersebut.
“Kami menerima laporan Rabu (24/8/2022) paginya. Saat itu yang melapor MR, sedangkan korban RN dalam perawatan di rumah sakit,” ucapnya.
Nahas, RN yang menjalani perawatan selama dua hari dinyatakan meninggal dunia akibat menderita geger otak. Polisi yang menerima laporan lantas bergerak meringkus satu per satu para tersangka dari kediaman mereka masing-masing.
“Jumat sore (26/8/2022), seluruh tersangka kami tangkap. Totalnya yang terlibat ada sembilan pelaku, empat tersangka lainnya masih di bawah umur,” bebernya.
Para pelaku yang ditangkap tanpa perlawanan itu kemudian mengakui perbuatannya. Motif pengeroyokan dilakukan hanya karena sakit hati ditegur untuk tidak mesum oleh korban.
“Kondisinya saat ditegur itu mereka (sembilan tersangka) juga dalam kondisi mabuk habis minum miras sehingga terpancing emosinya dan melakukan pengeroyokan yang menyebabkan salah satu korban meninggal dunia,” ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















Comments 1