Menu

Mode Gelap

Balikpapan · 6 Jun 2022 21:40 ·

STIS Hidayatullah Balikpapan Kirim 90 Mahasiswa ke 4 Provinsi


					Sebanyak 90 mahasiswa dan mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan melaksanakan kegiatan Praktik Kuliah Dakwah (PKT) yang disebar ke 13 kabupaten dan empat provinsi. (Dok STIS Hidayatullah Balikpapan) Perbesar

Sebanyak 90 mahasiswa dan mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan melaksanakan kegiatan Praktik Kuliah Dakwah (PKT) yang disebar ke 13 kabupaten dan empat provinsi. (Dok STIS Hidayatullah Balikpapan)

pranala.co, BALIKPAPAN – Dalam rangkaian kegiatan akademik STIS Hidayatullah, sejumlah mahasiswa dan mahasiswi kini mengikuti Praktik Kuliah Dakwah (PKD).

Alhamdulillah, kesempatan ini ada 90 orang dari mahasiswa dan mahasiswi ikut dalam PKD tahun ini ke empat  provinsi dan 13 kabupaten/kota,” terang Ketua STIS Hidayatullah, Muhammad Zaim Azhar.

Pelaksanaan PKD berkisar antara satu hingga dua bulan. PKD ini penting agar mahasiswa dan mahasiswi dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat dan menemukan strategi komunikasi dan aktualisasi dalam dakwah kepada masyarakat.

Muhammad Zaim Azhar menjelaskan dalam rilisnya, PKD ini merupakan salah satu bentuk kaderisasi STIS Hidayatullah Balikpapan. Ini juga sebagai wadah bagi mereka agar mereka bisa mengaktualisasi ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari dan juga menjadi tempat mereka belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat di mana tempat mereka melakukan PKD.

Empat provinsi itu meliputi Kaltim, Kalteng, Sulteng dan Sulbar. Adapun kabupaten kota meliputi Tolitoli, Palangkaraya, Mamuju, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Kutai TImur, Paser, Penajam, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara.

Program PKD ini mendapat sambutan positif dari warga masyarakat. Bahkan masyarakat meminta kepada STIS Hidayatullah agar masa PKD bisa diperpanjang.

“Ya, Alhamdulillah, mahasiswa di sini sangat membantu sekali ya. Apalagi dalam masalah ibadah. Ya Bapak-bapak tahu semualah kita di sini kan kalau pagi sampai siang itukan kerja semuanya. Jadi masjid itu di waktu shalat Dzuhur dan Ashar sepi bahkan ndak ada yang adzan. Nah, semenjak ada mereka ini, adzan di masjid itu lebih sering terdengar.  Bahkan kita juga jadi lebih enak ke masjid karena ada yang adzan. Terus, mereka  mengajarkan anak-anak di sini mengaji, yang remaja juga dapat bimbingan belajar,” ungkap Kepala Desa Santan di Kutai Kartanegara, Abdul Rosyid bahagia.

Demikian pula dengan para mahasisiwa, sebagaimana penuturan Waka IV STIS Hidayatullah, Ustadzah Ummi Salami. “Mahasiswi kita turut aktif melakukan kegiatan-kegiatan di daerah, ada yang mengajar santri MI, santri TK, santi SMP, ada juga yang melakukan kegiatan madrasah Ramadhan pada Ramadhan lalu, Daurah Alquran dan tahfidz, Bahkan ada juga yang mengajar ibu-ibu setempat,” jelasnya bangga. [DAS]

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Australia Tawarkan Diri Ikut Pembangunan IKN

6 Juli 2022 - 13:51

pranala. 1

Tim Transisi IKN Gelar Konsultasi Publik, Ini Pesan Gubernur Kaltim

6 Juli 2022 - 09:54

Gubernur Kaltim, Isran Noor saat membuka konsultasi publik Studi Amdal Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Terpadu Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Fasilitas Pendukung Lainnya Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum Balikpapan.

Hewan Kurban di Balikpapan Bebas PMK

6 Juli 2022 - 09:02

Hewan Kurban di Balikpapan Bebas PMK

GM PLN Kaltimtara Langsung Lapor Gubernur Kaltim

6 Juli 2022 - 09:00

GM PLN Kaltimtara Langsung Lapor Gubernur Kaltim

Prakiraan Cuaca di Wilayah Kaltim Selasa 5 Juli 2022

5 Juli 2022 - 06:15

suasana bmkg

Khusus Putra-Putri Kaltim, Mulai Hari Ini UNESA Buka Pendaftaran Beasiswa Full S1 PLB

4 Juli 2022 - 19:29

Trending di Kaltim