Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Samarinda · 19 Mar 2021 16:36 WITA ·

Menyamar Lelaki Hidung Belang, Bongkar Prostitusi Anak di Balikpapan


 Kasubid IV Renakta Ditkrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi didampingi Kasubid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib memberikan penjelasan kronologis penangkapan tersangka Perbesar

Kasubid IV Renakta Ditkrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi didampingi Kasubid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib memberikan penjelasan kronologis penangkapan tersangka

PRANALA.CO – Praktik prostitusi anak di bawah umur terjadi lagi di Balikpapan. Tersangkanya adalah Dewi Astuti Adriani (24), istri pelaku lain terlebih dahulu diamankan pihak kepolisian.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) sudah meringkus dua tersangka. Yakni, Ikbal (19) dan Taufik (23) di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedangkan Dewi, ternyata istri Ikbal dan berperan sebagai muncikari dalam praktik prostitusi online.

“Usai berhasil meringkus dua tersangka. Kami berhasil menangkap warga Balikpapan yang menjadi muncikari di kasus prostitusi anak di bawah umur di Balikpapan,” jelas Kasubid IV Renakta Ditkrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi saat konferensi pers di Mapolda Kaltim, Jumat (19/3/2021).

Subudi bilang, terungkapnya kasus ini usai ada laporan tentang praktik prostitusi di salah satu hotel di Balikpapan. Lalu, tim opsnal Subdit IV Renakta, Jumat, 5 Maret 2021 menyamar sebagai lelaki hidung belang.

Usai bertransaksi di aplikasi online dengan tersangka, akhirnya sepakat membawa dua orang wanita untuk di salah satu hotel di Jalan Manunggal III BDS Balikpapan.

Selanjutnya, petugas langsung menangkap tersangka bersama barang bukti uang sebesar Rp1,6 juta rupiah dan sebuah ponsel untuk bertransaksi.

Dalam pengungkapan ini, jelas Subudi, para tersangka memperdagangkan anak di bawah umur, di mana salah satu korbannya masih berusia 14 tahun 9 bulan. Sedangkan seorang korbannya lagi sudah berusia 20 tahun. Setiap kali bertransaksi, para korban memperoleh imbalan sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

“Dalam keterangan tersangka kepada penyidik, kedua korban ini sudah bersama tersangka selama 3 bulan. Selama ini keduanya dipaksa untuk melayani para lelaki hidung belang,” paparnya.

Atas perbuatannya ini, para tersangka akan dijerat pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 200 juta. Selain itu, mereka akan dikenakan Pasal 506 KUHP tentang menjadi muncikari.

Sebagai informasi, kasus ini berawal laporan ayah korban SW ke Polresta Balikpapan terkait kasus pencabulan. Rupanya kasus ini terkait dengan kasus prostitusi online di mana pelakunya sudah diamankan Polda Kaltim sejak Januari 2021 lalu.

Korban melarikan diri dari rumah orangtuanya sehingga dimanfaatkan para pelaku dalam praktik prostusi online di Balikpapan.

 

[dn|id]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346

Terdesak Utang Cicilan Motor, Pengangguran di Samarinda Nekat Rampok Sopir Taksi

24 Mei 2022 - 20:56 WITA

IMG 20220524 215442
Trending di Samarinda