Menu

Mode Gelap

Balikpapan · 9 Jun 2022 01:39 ·

Sopir Truk Tragedi Maut Muara Rapak Balikpapan Gunakan SIM B2 Palsu


					Kecelakaan maut di perempatan jalan di Mal Muara Rapak Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Foto istimewa Perbesar

Kecelakaan maut di perempatan jalan di Mal Muara Rapak Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Foto istimewa

pranala.co, BALIKPAPAN – Masih ingat kecelakaan maut di perempatan Mal Muara Rapak, Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), Januari 2022 lalu? Sidang perdananya digelar. Fakta mengejutkan mulai terungkap.

Ternyata, terdakwa kasus kecelakaan turunan Muara Rapak, Muhammad Ali, menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM) B2 palsu saat bekerja. Terdakwa menempelkan kertas pada SIM A atas nama dirinya tersebut sehingga seolah-olah menjadi SIM B2.

Menurut Humas Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan Arief Wicaksono,  mengutip Jaksa Penuntut Umum Handaya, terdakwa menggunakan SIM A yang diedit sedemikian rupa sehingga terlihat tertulis sebagai SIM B2.

Sidang pertama Muhammad Ali (45) berlangsung Senin (6/6), terdakwa tidak dihadirkan langsung ke ruang sidang PN Balikpapan, melainkan secara daring dari Rumah Tahanan.

“Untuk SIM kami sebagai Jaksa beranggapan palsu,” kata JPU Handaya yang juga adalah Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Balikpapan dalam kesempatan terpisah.

Fakta terdakwa sebenarnya pemegang SIM A, menurut Jaksa, bisa disimpulkan yang bersangkutan tidak memiliki legalitas untuk mengemudikan tronton. Apalagi juga Ali mengakui dia tidak mengetahui apa muatan truknya dan berapa bobotnya.

Truk tronton KT 8534 AJ yang dikemudikan Ali menabrak puluhan pengendara motor dan sejumlah mobil di Jalan Soekarno-Hatta Km 0 atau biasa disebut turunan/tanjakan Muara Rapak. Kejadian Jumat pagi 21 Januari 2022 itu menewaskan 5 orang.

Dari penyelidikan polisi didapati bahwa truk kelebihan muatan, juga ada perubahan spesifikasi berupa penambahan sumbu roda, namun tidak diikuti perubahan sistem pengereman agar rem tetap bisa berfungsi maksimal.

JPU menjerat Ali dengan Pasal 310 dan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 310 untuk perbuatan yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas karena kelalaian sementara Pasal 311 bila kecelakaan tersebut karena kesengajaan.

Ancaman hukuman kedua pasal adalah 5 tahun penjara bila tak ada korban meninggal dunia, dan 6 tahun penjara bila ada korban meninggal dunia. [DAS]

Artikel ini telah dibaca 2.358 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Kaltim Belum Perlu Pakai MyPertamina saat Beli Solar dan Pertalite

1 Juli 2022 - 12:29

main l dapatkan cashback saat beli bbm via aplikasi mypertamina 76383 38367 TdDTrhu3WhjvEEU8XZhKab

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite

30 Juni 2022 - 08:38

spbu k6

Harga Ayam hingga Cabai Rawit di Balikpapan Masih Mahal selama Empat Minggu

29 Juni 2022 - 18:58

daging ayam

Kaltim Belum Bisa Sosialiasikan Beli Solar dan Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi

29 Juni 2022 - 06:37

IMG 20220514 091550
Trending di Balikpapan