Pranala.co, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud mengingatkan pentingnya menyeimbangkan antara eksploitasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. Pesan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran Badan Bank Tanah di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/10).
Menurutnya, kekuatan ekonomi Kaltim hingga kini masih bertumpu pada sumber daya alam tak terbarukan, terutama minyak, gas, dan batu bara. Faktanya, Kaltim menyumbang 60 persen dari total produksi batu bara nasional.
Gubernur Kaltim menegaskan, kegiatan pertambangan wajib dikelola sesuai ketentuan dan harus membawa dampak nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.
“Kalau ada tambang, maka harus ada kemajuan. Yang jadi masalah itu kalau kerusakan di mana-mana tapi kemajuannya tidak ada,” tegasnya.
Ia menekankan, bisnis pertambangan tidak boleh meninggalkan lingkungan rusak dan masyarakat yang tertinggal. Sebaliknya, perusahaan tambang harus menjadi motor kemajuan — membangun ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperbaiki kualitas hidup warga sekitar.
Gubernur Kaltim mengaku memiliki kedekatan emosional dan intelektual terhadap isu lingkungan. “S1, S2, dan S3 saya di sini (Kaltim). Orientasi saya sumber daya alam dan lingkungan,” ujarnya.
Pengalaman akademis itu, kata dia, memperkuat pandangannya bahwa seberapa besar pun hasil tambang tak akan mampu menebus kerusakan lingkungan yang ditinggalkan. Karena itu, setiap perusahaan tambang harus berkomitmen menjalankan praktik tambang berkelanjutan (sustainable mining).
Lebih lanjut, Gubernur Kaltim mencontohkan beberapa perusahaan tambang yang telah memberi kontribusi positif. Antara lain PT Indominco Mandiri di Bontang, PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, dan PT Berau Coal di Berau.
Ketiga perusahaan itu memanfaatkan void tambang sebagai sumber air baku atau air bersih bagi masyarakat. Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur jalan, pertanian, perikanan, pendidikan, hingga sosial.
Gubernur Rudy menegaskan, arah pembangunan Kaltim ke depan adalah ekonomi hijau yang berkeadilan. Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan — pemerintah, swasta, dan masyarakat — berjalan seiring menjaga bumi Etam tetap lestari di tengah geliat ekonomi yang tumbuh.
“Kita ingin tambang yang memberi manfaat besar bagi masyarakat, bukan meninggalkan luka bagi lingkungan,” harap Gubernur Kaltim. (PK/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














