SEJUMLAH kandang sapi di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terlihat lengang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Padahal hari pemotongan masih beberapa waktu lagi.
Di salah satu peternakan di Jalan Pupuk Raya, hampir seluruh sapi sudah berpindah tangan. Dari total 125 ekor yang tersedia, hanya tersisa satu ekor saja.
Fenomena itu bukan terjadi tanpa alasan. Minat masyarakat untuk berkurban tahun ini disebut meningkat, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Bontang mencatat, hingga Minggu (24/5/2026), penjualan sapi kurban telah mencapai sekira 60 persen dari total stok yang tersedia.
Tahun ini, Bontang memiliki 1.502 ekor sapi kurban. Selain itu, tersedia pula 1.522 kambing dan 97 domba yang tersebar di sejumlah peternakan dan lapak penjualan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melihat langsung tingginya penjualan tersebut saat meninjau kandang milik peternak bernama Sunarto, Senin (25/5/2026).
Di lokasi itu, ia mendapati sebagian besar sapi sudah dipesan pembeli.
“Ini menandakan semangat masyarakat untuk berkurban masih sangat tinggi. Mudah-mudahan sampai hari H nanti semua hewan kurban bisa terserap,” ujarnya.
Bagi pedagang ternak, momen Iduladha memang selalu menjadi musim paling sibuk. Namun tahun ini terasa berbeda karena penjualan bergerak lebih cepat dibanding hari biasa.
Banyak pembeli disebut sengaja datang lebih awal agar bisa memilih hewan dengan ukuran dan kondisi terbaik.
Tingginya transaksi hewan kurban juga dianggap menjadi gambaran bahwa daya beli masyarakat Bontang masih cukup baik.
Agus Haris menilai kondisi tersebut ikut membantu menjaga perputaran ekonomi daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Ketika daya beli masyarakat masih tinggi, inflasi kita juga tetap terjaga,” katanya.
Harga sapi kurban sendiri tahun ini bervariasi, tergantung ukuran dan bobot hewan. Meski harga cenderung naik dibanding tahun sebelumnya, minat masyarakat tidak menunjukkan penurunan signifikan.
Di tengah tingginya permintaan, pemerintah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Pengawasan dilakukan sejak dua pekan terakhir. Hewan yang lolos pemeriksaan diberi tanda khusus berupa stiker sebagai bukti telah diperiksa petugas.
“Pengawasan tidak hanya sebelum penjualan, tetapi juga sampai proses penyembelihan nanti,” jelasnya.
Petugas DKP3 nantinya akan disiagakan di sejumlah titik pemotongan, terutama di masjid-masjid besar.
Selain pemeriksaan fisik, DKP3 juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium Samarinda, termasuk mendeteksi kemungkinan infeksi cacing hati pada hewan.
Mayoritas sapi kurban yang masuk ke Bontang tahun ini berasal dari Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara pasokan kambing dan domba banyak didatangkan dari Pulau Jawa.
Dengan tren penjualan yang terus bergerak naik, para pedagang kini optimistis kandang-kandang ternak di Bontang akan benar-benar kosong sebelum Hari Raya Iduladha tiba. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















