SIRINE ambulans Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang memecah aktivitas pagi di Jalan Batu Sahasa 4, Kelurahan Bontang Kuala, Senin (13/7/2026). Namun, kali ini bukan untuk menjinakkan si jago merah.
Tim Medis Regu 3 Damkar Bontang tengah berkejaran dengan waktu demi misi kemanusiaan yang lain. Mereka bergerak cepat menjemput harapan seorang lanjut usia (lansia) yang sedang terbaring tak berdaya.
Pihak keluarga sebelumnya melayangkan laporan darurat. Heri Budianto (65), warga RT 11 Bontang Kuala, harus segera menjalani kontrol kesehatan di RSUD Taman Husada.
Kondisi fisik Heri yang digerogoti penyakit stroke dan diabetes membuatnya tak mampu bergerak mandiri. Tubuhnya yang lemah membutuhkan penanganan khusus dari tangan-tangan terlatih.
Mendapat laporan tersebut, Tim Medis Regu 3 langsung tancap gas. Pukul 09.18 Wita, armada ambulans gratis Damkar Bontang sudah merapat di halaman rumah pasien.
Petugas kemudian masuk ke dalam kamar dan melakukan mobilisasi dengan sangat hati-hati. Kehangatan dan sisi humanis begitu terasa saat petugas menenangkan pasien selama proses pemindahan ke tandu ambulans.
Koordinasi taktis di lapangan membuahkan hasil manis. Tanpa kendala berarti, Heri berhasil dibawa masuk ke dalam kabin ambulans dan langsung bertolak menuju rumah sakit.
Tepat pukul 10.00 Wita, seluruh proses evakuasi tuntas. Lansia tersebut tiba dengan selamat di RSUD Taman Husada untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan yang ia butuhkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bontang, Amiluddin, menegaskan komitmen jajarannya. Damkar kini bukan lagi sekadar instansi penjinak api, melainkan pelindung warga dalam segala situasi darurat.
Layanan ambulans gratis ini menjadi bukti nyata bahwa negara selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu atau yang mengalami keterbatasan fisik.
Amiluddin menyebut setiap panggilan darurat dari warga merupakan sebuah amanah yang bernilai ibadah dan harus direspons dengan cepat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri ketika menghadapi situasi sulit. Tim Medis dan ambulans Damkar akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik,” tegas Amiluddin dalam keterangan resminya.
Bagi korps baju biru ini, membantu sesama adalah bentuk kehormatan tertinggi. Semangat bertajuk ‘Pantang Pulang Sebelum Tuntas’ kini tidak hanya berlaku di medan kebakaran, tetapi juga di setiap jengkal misi kemanusiaan di Bontang. (*)
















