MENJELANG Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, denyut aktivitas di lapak-lapak penjualan hewan kurban di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terasa lebih sibuk. Di tengah meningkatnya permintaan masyarakat, Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat memastikan satu hal penting: hewan kurban yang dijual harus sehat dan layak.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bahkan turun langsung ke sejumlah lokasi penjualan ternak. Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Ahmad Aznem bersama jajaran terkait untuk memantau kondisi hewan kurban di lapangan.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Mulai dari kesehatan ternak, ketersediaan pakan, kondisi kandang, hingga kesiapan stok menghadapi puncak pembelian jelang Iduladha.
“Kita pastikan hewan kurban yang dijual di Kota Bontang sehat, aman, dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agus Haris di sela peninjauan.
Berdasarkan data DKP3 Kota Bontang, stok hewan kurban saat ini mencapai 1.502 ekor sapi, 1.522 ekor kambing, serta 97 ekor domba.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha tahun ini.
Menariknya, sebagian besar pasokan kambing dan domba didatangkan dari Jawa Timur (Jatim). Meski berasal dari luar daerah, pemerintah memastikan seluruh ternak tetap melewati prosedur pemeriksaan ketat sebelum dipasarkan.
Pemkot Bontang menegaskan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan wajib melalui tahapan pengawasan kesehatan.
Mulai dari vaksinasi, pemeriksaan dokter hewan, hingga masa adaptasi sebelum ternak dijual kepada masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular dan aman dikonsumsi.
Apalagi, Kota Bontang saat ini dinyatakan dalam kondisi aman dari penyakit hewan menular. Karena itu, tidak ada larangan masuk bagi sapi dari luar daerah.
Situasi tersebut menjadi kabar baik bagi pedagang maupun masyarakat yang tengah berburu hewan kurban dengan kualitas terbaik.
Dalam kunjungan itu, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan para peternak dan pedagang.
Agus Haris menilai sektor peternakan di Bontang terus menunjukkan perkembangan positif. Program yang berjalan selama ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kerja sama antara peternak dan pedagang.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha ternak, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















