Pranala.co, BONTANG — Awal 2026 menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata di Kota Bontang. Baru satu bulan berjalan, retribusi wisata sudah menyumbang sekitar Rp30 juta ke kas daerah. Angka ini menjadi pijakan awal untuk mengejar target Rp100 juta Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang tahun.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bontang, Eko Mashudi, Selasa (3/3/2026). Ia menyebut pemasukan Januari didominasi dari penyewaan vila dan penginapan di sejumlah destinasi wisata.
“Baru Januari sudah sekira Rp30 juta. Itu sebagian besar dari penyewaan vila dan penginapan. Februari masih kami rekap. Saya optimistis target Rp100 juta bisa tercapai,” ujarnya.
Menurut Eko, sektor penginapan menjadi salah satu sumber retribusi paling stabil. Tingkat hunian relatif baik, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kondisi tersebut memberi kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.
Ia menilai, tren ini menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata di dalam daerah terus tumbuh. Selain faktor akses yang mudah, fasilitas penginapan yang semakin tertata turut menjadi daya tarik.
Namun demikian, Eko menegaskan bahwa target Rp100 juta bukan sekadar mengejar angka penerimaan.
“Retribusi ini bukan semata-mata pungutan. Kami ingin tata kelola wisata lebih baik dan terukur,” katanya.
Guna memperkuat capaian, Disporaparekraf berencana memperluas sumber retribusi. Salah satunya dengan menerapkan tiket masuk di sejumlah destinasi favorit yang dikelola pemerintah daerah.
Kebijakan ini masih dalam tahap persiapan teknis. Pemerintah daerah memastikan penerapan retribusi dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kenyamanan pengunjung.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menambah pemasukan daerah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan dan fasilitas wisata.
Dengan capaian awal Rp30 juta dalam satu bulan, peluang mencapai target Rp100 juta dinilai terbuka lebar. Jika tren kunjungan stabil hingga akhir tahun, sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi lokal.
Pemerintah Kota Bontang berharap pengelolaan yang lebih tertib, transparan, dan profesional dapat memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pembangunan daerah pada 2026. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















