KEBIJAKAN penarikan retribusi di sejumlah objek wisata Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan hasil. Selama kurun empat bulan pertama 2026, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mencatat pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata mencapai Rp134.663.000.
Angka itu sudah lebih dari separuh target PAD wisata tahun ini yang dipatok Rp200 juta. Namun di balik capaian tersebut, pemerintah mengakui penerapan tarif masuk sempat membuat jumlah pengunjung menurun.
Kepala Dispopar-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan kondisi itu terutama terjadi di kawasan Mangrove Edupark saat retribusi mulai diberlakukan. Sebagian masyarakat, kata dia, awalnya masih beradaptasi dengan kebijakan baru tersebut.
“Di awal memang ada penurunan pengunjung. Tapi sekarang sudah mulai normal kembali,” ujar Eko kepada awak media, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, kondisi kunjungan perlahan membaik dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan saat akhir pekan, pendapatan di Mangrove Edupark kini bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Dispopar menilai penerapan retribusi menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola wisata daerah. Di satu sisi pemerintah membutuhkan pemasukan untuk pemeliharaan fasilitas, namun di sisi lain kenaikan biaya masuk berisiko memengaruhi minat pengunjung.
Eko memastikan seluruh pendapatan retribusi telah masuk ke Kas Daerah. Dana itu nantinya akan dialokasikan kembali melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk untuk perbaikan fasilitas wisata.
“Harapannya tentu fasilitas bisa lebih baik karena ada biaya pemeliharaan yang jelas,” katanya.
Sejumlah destinasi wisata milik pemerintah daerah selama ini memang menghadapi persoalan klasik, mulai dari fasilitas rusak hingga minimnya perawatan.
Retribusi dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga operasional kawasan wisata tetap berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran rutin pemerintah. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















